FGD Pengembangan Perkeretaapian Prov Jatim

0
71

SURABAYA, SINAR POS

Kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian menggelar FGD (Fokus Group Discussion) Pengembangan Perkeretaapian di Jawa timur (Jatim) untuk mendukung Aglomerasi Surabaya dan sekitarnya di Hotel JW Marriot Surabaya Kamis (21/2/19).

Tenaga Ahli Lokal dari JayaCM, Hidayat mengatakan, Nanti setelah FDS nya selesai dan disetujui sama Kemenhub, baru proyek bisa berjalan secara konstruksinya, jadi sekarang ini kita masih dalam tahapan diskusi untuk menentukan scenario apa yang kita pilih. Ini yang ditawarkan ada scenario LOW. Skenario Low itu datangnya kereta per 60 menit, Skenario Medium datangnya kereta per 30 menit, Skenario High datangnya kereta per 15 menit, itu rencana, pilih yang mana dari Pemerintah kota dari Kemenhub itu yang ingin diputuskan pada hari ini, begitu diputuskan itu, visibility akan dihitung anggarannya secara detailnya, kira-kira berapa detailnya, berapa pengahlinya yang harus disubsidi dan berapa yang kira-kira pengembaliannya berapa tahun projek ini ujarnya.

Scoop of Project ini lingkup pekerjaannya untuk visibility study atau FS nya kita, pendahuluanlah bahwa itu dari Surabaya ke Lamongan, Surabaya ke Sidoarjo, Surabaya Mojokerto, Untuk supaya bisa per 30 menit, itu kan harus dikembangkan area ini, jadi lingkarannya itu kalau boleh ini ada gambarnya, bahwa itu arahnya yang scoop of connect kita, Surabaya Lamongan, Surabaya Mojokerto, Surabaya Sidoarjo, jadi lingkaran itu yang kita kembangkan katanya.

Dimana yang jadi pusat, jadi prioritas, untuk pengembang infrastrukturnya itu adalah dari jalur Pasar Turi ke Gubeng, karena disitu itu masih single track, baru satu itu, jadi kalau mau mengembangkan ke per 30 menit itu harus dibuat double track supaya jalur kereta itu gak saling ini, itu ada kereta barang, kereta penumpang dan kereta long distance (jarak Jauh) itu yang harus di atur. Kalau Cuma single track itu gak bisa ke per 30 menit, maka tambah rel itu konsekwensinya kita harus lihat sisi kiri masih bisa dikembangkan, sisi kanan masih bisa dikembangkan dan tanah siapa, ada konsekwensi beaya ada konsekwensi ininya kira-kira begitu ucapnya.

Kalau visibilitiesnya dulu, studinya dulu, , ini layak atau tidak, ini dana hibah dari KFY, khusus studinya dulu, nanti kalau jadi, nanti KFY akan bantu dana sebagai pinjaman. KFY dari Jerman. Nanti kalau konstruksi, dana kredit, kalau dana hibahnya tidak besar kalau visibility saja.

Harapannya saya sebagai orang Indonesia, kereta di Surabaya itu bisa dikembangkan, pengembangan kereta di Surabaya ini penting, karena perkembangan penduduk semakin banyak, harapannya itu bahwa dengan adanya peningkatan kereta api, bisa semua masyarakat beralih ke kereta api, mengurangi pemakaian sepeda motor, karena tidak safety, kalau kereta api lebih safe dan tepat waktu dan cepat Tutur Hidayat. (Nwi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here