PW-WSI Berulang Tahun Yang KE-100

0
159

SURABAYA, SINAR POS – Pimpinan Wilayah Wanita Syarikat Islam Indonesia Jawa Timur merayakan Hari Ulang Tahunnya yang ke-100, dengan mengundang dan Dibuka oleh Nur Asia Sandiaga Uno di Hotel Inna Tunjungan Surabaya Hari Kamis (10/1/19).

Nur Asia Sandiaga Uno mengatakan kepada Wartawan, Acara ini untuk memberikan motivasi kepada Emak-Emak, Ibu-ibu sekarang harus lebih kreatif, lebih inovatif agar mereka bisa menjadi intreprenour , berusaha juga, tidak Cuma mengurus anak, mengurus rumah, tapi mereka bisa berwira usaha di rumah juga, bisa menghasilkan yang membantu suami, membantu keluarga, apalagi sekarang semua harga-harga naik, insyaalloh ibu-ibu diberikan pelatihan ketrampilan agar mereka bisa membuat kreatif, bisa menambah penghasilan ujarnya.


Dikatakan Nur, agar Indonesia lebih makmur , ekonomi bisa bergerak supaya harga-harga terjangkau nantinya lebih inisiatif. Program Oke Oce yang akan kita datangkan dan kita sinergikan nanti, Alhamdulillah program okeoc memang sudah berhasil untuk memberikan pelatihan-pelatihan kepada ibu-ibu, terutama membuka lapangan pekerjaan juga, menggerakkan ekonomi tuturnya.

Sementara itu Ketua Umum Pimpinan WSI Wilayah jatim, Dra Dewi Mukarojah Msi, menyatakan, Dalam rangka harlah ke-100, mengadakan seminar emak-emak milenial, dengan tujuan, karena kami merasa melihat fenomena saat ini temuannya komunikasi dan budaya ekonomi, politik, semuanya bergerak cepat menggunakan teknologi, maka dari itu kami bersepakat bagaimana maraknya perkembangan teknologi itu mampu diserap oleh emak-emak di era moderanisasi kali ini. Tidak sekedar memburu eksistensi, kita harus mampu mengasah potensi kemudian mengembangkan potensi yang harus kita kembangkan dalam rangka pemberdayaan ekonomi pada era 2019 kepemimpinan baru di Indonesia, kita inginkan suatu perubahan, perubahan itu harus kita semangati dengan bagaimana mewadahi potensi emak-emak yang ada di masyarakat ujarnya.

Dikatakan Dewi, Kami disini, emak-emak yang berbhinneka tunggal ika, karena mereka berasal dari berbagai ormas, ada dari koperasi wanita setia bhakti, BKOW, BMOIWI, Wanita syarikat islam, kemudian ada dari pengajian perempuan Surabaya, ada dari muslimat, fatayat, aisiyah, itu semua kita menamakan forum emak-emak berbhineka tunggal ika, bagaimana mereka semua mampu meberdayakan, mengembangkan potensi mereka untuk bersinergi . Bagaimana 2019 ini kita bersemangat untuk pemberdayaan ekonomi umat, pemahaman politik dan bagaimana kita masuk ke dalam globalisasi. sementara ini yang kita ketahui diluar sana diwarnai oleh pengembangan asing dan aseng. Karena kita ketahui, potensi perempuan itu hanya menjadi konco wingking. Emak-emak saja. Sebetulnya punya potensi yang luar biasa ucapnya.
Di era e-commerce yang kita angkat tema, bagaimana kita Joint The Movement kemudian Be the solutions, inilah langkah-langkah WSI untuk bagaimana bersinergi memberdayakan potensi emak-emak yang ada di masyarakat. Kemudian kita harus paham, karena e-commerce itu di gerakkan serba teknologi , bagaimana semangat emak-emak menginspirasi bahwa teknologi itu tidak hanya di pergunakan untuk sekedar wacana sosmed, tapi bagaimana kita membuat satu jaringan komunitas, kemudian kita buat satu produk-produk unggulan di masyarakat itu. Untuk mampu kita berdayakan ke satu wadah pemberdayaan ekonomi yang mungkin bisa berupa sinergi dengan jaringan Ok Oce, kemudian dengan jaringan bagaimana kita membuat satu seperti swalayan, kita mempunyai kompetensi dengan mereka itu dalam hal produk-produk UKM maupun produk UMKM, Itulah yang bisa kita kembangkan bagaimana kita bisa joint movement kemudian bagaimana kita desolution untuk pemberdayaan ekonomi di 2019 sehingga kami mampu menyemangati dari emak-emak itu untuk e-commerce kita harus tetap bersinergi, tetap mengembangkan potensi teknologi yang ada itu. Salah satunya adalah bagaimana kita menggali potensi itu minimal untuk memberdayakan atau peningkatan ekonomi keluarga, itulah yang mampu kita sinergikan sehingga kami sanggup untuk memberikan follow up.

Follow up kita dalam seminar ini untuk pelatihan, kemudian pendampingan, kemudian permodalan, kenapa kita kok berbicara tinggi sekali, karena kita tidak harus kerja sendiri, kita mempunyai lembaga-lembaga ekonomi perbankan, kita mampu bersinergi dengan mereka. Seperti Bank Muamalat, kemudian ada Baznas, lembaga waqof, sekarang lembaga wakof itu sudah bersinergi dengan bagaimana masyarakat ini berlomba-lomba untuk banyak tanah, tapi tidak di kelola. Dengan wadah waqof ini kita mempunyai pola-pola edukasi pendampingan maupun tetap bersinergi dengan perbankan , kita mampu untuk mengembangkan pelatihan tentang produk-produk padat karya pungkasnya. (Nwi)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here