Peran Aktif Mahasiswa Terhadap Pendidikan Indonesia

    0
    41

    Mahasiswa memiliki peran penting dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Mengapa demikian? Karena Mahasiswa merupakan orang-orang beruntung yang dapat mengenyam pendidikan yang lebih tinggi. Otomatis mahasiswa memiliki ilmu lebih dibandingkan orang-orang yang tidak mengenyam bangku perkuliahan.

    Di dunia perkuliahan, kita tidak hanya mendapat ilmu pendidikan sesuai jurusan yang kita ambil. Namun kita juga mendapatkan pelajaran moral,tentang bagaimana kita bersosialisasi dalam kelompok yang lebih luas. Pikiran kita pun sudah bukan seperti anak SMA. Seorang mahasiswa pasti pemikirannya lebih dewasa,lebih kritis dalam menanggapi setiap permasalahan yang ada di negara nya.

    Di mata umat dan masyarakat pada umumnya, mahasiswa adalah agen perubahan sosial (agent of social change) karena mahasiswa selaku insan akademis, dipandang memiliki kekuatan intelektual yang lebih sehingga kepekaan dan nalar yang rasional diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan pendidikan dan sosial dimasyarakat. Sehingga sudah menjadi konsekuensi terhadap tuntutan dari seorang mahasiswa untuk mampu mengoptimalkan potensi yang dimilikinya sebagai suatu kebutuhan pribadi dan masyarakat.

    Fungsi kontrol sosial yang dimiliki mahasiswa bagi pembangunan diharapkan mutlak demi kemajuan pembangunan. Mahasiswa yang sudah mapan dalam berpikir, adalah mahasiswa yang tidak sekedar memikirkan kepentingan akademis semata,
    Namun jauh tersirat dalam benaknya tentang arti dari kualitas hidupnya sebagai pribadi yang mampu mengabdi terhadap masyarakat. Sebagai pribadi yang mampu melihat permasalahan disekitarnya dan menjadi bagian dari penyelesaiannya. Sehingga ia mampu mengerahkan potensi yang dimilikinya dan menjadi bagian penentu arah dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

    Sama halnya dengan permasalahan pendidikan di Indonesia. Seorang mahasiswa harus bisa mengerti bagaimana keadaan pendidikan di negaranya. Sebagai mahasiswa, sudah bisakah kita mengerti bagaimana keadaan pendidikan di negara kita? Cukup baik kah pendidikan di Indonesia? Sudah memadai kah sarana dan prasarana nya?
    Sudah merata kah pendidikan di negara kita? Bisakah kita menjawab setiap pertanyaan yang diajukan mengenai pendidikan di negara kita? Jawaban dari semua pertanyaan diatas adalah belum. Ya,memang belum. Terkadang kita hanya bisa melihat keadaan ini namun tak bisa berbuat apa-apa.

    Bukan,bukan tak bisa berbuat apa-apa, namun kita terlalu malas, merasa permasalahan pendiddikan di Indonesia itu terlalu berat,
    Merasa permasalahan ini semata-mata merupakan tanggung jawab pemerintah. Coba lihat lagi. Coba perhatikan lagi. Apa dengan bantuan pemerintah saja bisa meratakan pendidikan sampai ke pelosok daerah? Apa dengan bantuan pemerintah semua anak usia pelajar bisa mengenyam pendidikan? Tidak.
    Apa yang sudah dilakukan pemerintah? Ya mungkin sekali dua kali pemerintah memang membantu seperti memperbaiki sekolah yang atapnya sudah bocor, memberi bantuan perlengkapan sekolah kepada yang kurang mampu. Itu yang kita lihat di media massa bukan? Tapi nyatanya di lingkungan kita sehari hari, masih banyak yang tak tertolong tangan pemerintah.
    Kenapa demikian? Karena kebanyakan pejabat-pejabat di negara kita adalah orang-orang yang berpendidikan,yang mengenyam pendidikan yang tinggi, namun tidak merealisasikan dalam kehidupan sehari harinya. Lalu apa yang dapat kita lakukan sebagai generasi mahasiswa di zaman ini? Yaitu merubah pola fikir, coba lebih kritis lagi. Permasalahan pendidikan di negara kita ini sangat bergantung kepada mahasiswa seperti kita.

    Mahasiswa yang bermoral. Kita sebagai mahasiswa yang bermoral harus dapat berguna bagi peningkatan pendidikan di negeri ini. Jangan hanya mengejar gelar sarjana. Realisasikan ilmu yang kita dapat untuk pendidikan di negeri ini.
    Mahasiswa sebagai generasi intelektual hanya bisa dihargai eksistensinya dengan kualitas intelektualnya pula, bukan dengan yang lainnya. Kalau mahasiswa sudah tidak lagi bisa mengandalkan kecemerlangan intelektualnya kemampuan apa lagi yang bisa dipertaruhkan mahasiswa bagi negara ini. Oleh karena itu mahasiswa memiliki kontribusi yang besar terhadap peningkatan mutu pendidikan bangsa yaitu melalui :

    Pengembangan potensi diri sebagai kesadaran akan hakikat pendidikan yang mendasar.
    Melakukan kontrol kebijakan pemerintah terhadap penentuan arah dan karakteristik pendidikan bangsa.

    Berupaya untuk senantiasa memenuhi kebutuhan akan perbaikan dari sebuah sistem pendidikan nasional di Indonesia.

    Peran ini akan terlaksana apabila mahasiswa dibebaskan dari kepentingan pragmatis, termasuk kepentingan politis kelompok tertentu. Keberhasilan mahasiswa menarik gerbong perubahan selama ini lebih disebabkan oleh idealismenya yang masih murni. Pemuda adalah harapan masa depan bangsa. Kalimat itulah yang menjadi dasar penggerak semangat dan motivasi dalam pergerakan pemuda. Ya, “Pemuda”. Siapakah mereka? Agen of change.
    Agen dari perubahan. Sudah sejak dahulu kala ketika sumpah pemuda diikrarkan oleh para pejuang pemuda yang bersatu padu demi memerdekakan bangsa Indonesia, dari kekejaman para penjajah. Ketika melihat sebuah ketidakadilan, ketidaksesuaian dari apa yang seharusnya dilakukan. Harapan bangsa ada ditangan pemuda.
    Bangsa ini butuh orang- orang yang mempunyai jiwa nasionalis dan tidak apatis terhadap masalah yang ada dinegara ini. Orang–orang yang mampu bersuara dan memberikan sumbangsih bagi negaranya dengan segenap kemampuan dan daya kredibilitas yang dimiliki.

    Sudah menjadi keharusan bagi seorang atau kelompok mahasiswa untuk aktif dalam menyoroti kebijakan yang dikeluarkan pemerintah, mengingat tuntutan status sosial yang strategis bagi mahasiswa dari pada elemen masyarakat lainnya, dan ini bukan berarti mahasiswa bergerak atau aktif dalam melakukan kontrol sosial yang berkembang dengan tanpa ideology dan orientasi perjuangan yang jelas.

    Kita tidak menutup mata jika sering kali kita melihat mahasiswa yang berduyun-duyun melakukan aksi turun kejalan dalam menyampaikan aspirasi dengan teriakan slogan nan penuh semangat namun beberapa orang diantaranya tidak mengerti akan apa yang sedang dilakukannya bahkan yang lebih menyedihkan mereka hanya sekedar ikut-ikutan.

    Buktinya, banyak kalangan mahasiswa yang mengaku sebagai aktivis pergerakan, tetapi tidak mengerti tentang konsep perubahan masyarakat, kebangkitan masyarakat, kritik sosial politik yang ideologis, bahkan tidak mengerti permasalahan utama masyarakat yang ada saat ini.

    Oleh karenanya mahasiswa dalam memahami peranan dirinya dalam peningkatan mutu kualitas pendidikan di Indonesia sepatutnya memiliki kerangka acuan dan penafsiran yang jelas atau lebih sering kita dengar kesadaran ideology. Kesadaran ideologi itu sebagai akibat internalisasi ideologi secara menyeluruh. Artinya, mengupayakan setiap potensi yang ada untuk menjalankan dan mempertahankan ideologinya.
    Setiap tingkah laku dari individu atau kelompok ini sebagai tafsir terhadap ideologi. Pemerintah hendaklah memberikan ruang bagi mahasiswa dengan menghargai setiap pendapat yang diutarakan mahasiswa demi kemajuan bangsa ini. Bukan malah menjadikan kegiatan akademik sebagai ancaman bagi mahasiswa yang frontal dan kritis dalam menyoroti kualitas system pendidikan dinegara ini. Seperti halnya melakukan intimidasi, teror sampai DO/skorsing terhadap siswa ataupun guru yang bersikap kritis. Ini menunjukkan bahwa dunia pendidikan kita semakin berwatak arogan.

    Penulis : Riyan Andani

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here