Kakanwil Pertanahan Jatim Gelar Bimtek Laporan Keuangan

0
62

SURABAYA, SINAR POS – Kantor Wilayah Pertanahan Provinsi Jawa Timur (Jatim) menggelar Bimbingan Teknis Pemahaman Penyusunan Laporan Keuangan di Di Hotel Swisbell in Surabaya Tunjungan Senen (7/1/19) hingga Selasa (8/1/19).

Kepala Kantor Pertanahan Wilayah (Kakanwil) Provinsi Jawa timur, Heri Santoso, mengatakan kepada Wartawan Bimbingan teknis ini, adalah bagaimana team dari pusat itu memberikan pemahaman penyusunan laporan keuangan semester ke dua 2018 bagi seluruh kantah, di Jawa timur ini. Laporan keuangan ini , nanti konsumsi apabila ada team BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) hadir disini, sudah menyesuaikan dengan standar, pola-pola pelaporan yang benar, pelaksanaan anggaran sudah sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dan lain sebagainya, Itu yang di harapkan oleh Bimtek ini sehingga pada pemeriksaan oleh BPK itu sesuai dengan yang di harapkan nantinya, Ujarnya.

Pihaknya berharap, ke depan sudah barang tentu dengan penyusunan laporan ini kan rutin. Setiap semester kita bikin laporan, nanti 2019 semester pertama bulan Apa, semester ke dua biasanya bulan Januari tahun berikutnya dan ini pelaksanaan anggaran juga demikian, pelaksanaan anggaran apakah sesuai dengan POK, atau bagaimana pelaksanaannya sudah sesuai dengan standar pengelolaan keuangan dan lain sebagainya, itu yang kita harapkan sehingga bimtek ini dari seluruh teman-teman pengelola keuangan di daerah hadir disini, mudah-mudahan sampai hari Rabu sesuai dengan yang kita harapkan sudah selesai. Katanya.

Ditambahkan Heri, selama tahun 2018 tidak ada kendala, tetapi hambatan-hambatan pelaksanaan yang di daerah itu berbeda-beda, karena biaya-biaya yang di kelola itu sudah standard, Cuma ini kadang-kadang pengungkapan laporan keuangan ini yang perlu di bimbing, misalnya ada perbedaan angka , apa alasan perbedaan angka, ini yang perlu di jelaskan, misalnya tidak ada uang receh atau seperti apa bentuknya, ini kan berbeda, sehingga pemahaman ini yang perlu penekanan kepada seluruh rekan-rekan, karena pengelola ini kan tidak disana terus menerus, apa pejabat lama pension, nah terhadap pengelola baru perlu pemahaman-pemahaman baru sesuai ketentuan. Tuturnya.(Nwi).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here