Rumah Sakit Husada Utama Masih Melayani Pasien Bpjs Kesehatan

0
226

Surabaya, Sinar Pos – 4 Januari 2019, Plt Dirut R.S. Husada Utama Prof Dr R.Hariadi SPOG menyatakan, ada 315 Rumah Sakit yang bergabung dengan penyelenggara asuransi sosial, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan mencatat sebanyak 11 rumah sakit (rs) di jatim terancam tidak dilayani Bpjs akibat tidak ada laporan akreditasi. Menyikapi ini Rumah sakit Husada Utama (RSHU), melalui Prof Dr Hariadi SPOG, selaku Plt Dirut mengatakan, surat pemutusan yang menjadi viral terkait 11 RS di jatim yang tidak terlayani Bpjs.

Kami pihak Rshu yakin akan ada perpanjangan terkait ini, pihak kami meminta tanggal 29 januari 2019 akan ada perpanjangan akreditasi, pasti diberikan kepada kami, karena apa yang diminta Bpjs sudah kami penuhi, jadi tetap seperti biasa tidak ada perubahan ujarnya.

Beberapa waktu lalu Direksi Bpjs kesehatan jatim Handaryo mengatakan dari 11 rs tersebut salah satunya Rshu surabaya dan rs ibnu sina gresik. Menurutnya terancamnya penghentian pelayanan Bpjs kesehatan lantaran masa akreditasi pihak rs telah habis, bahkan ada yang belum mengurus terkreditasi.

Hal itu sesuai dengan permenkes tahun 2019 yang mewajibkan seluruh rs yang melayani Bpjs kesehatan harus memiliki akreditasi.
Akreditasi ini penting untuk menjaga standarisasi pelayanan rs. Sehingga keamanan dan kesehatan pasien terjaga ucapnya.

Batas ahir melakukan perpanjangan akreditasi rs sampai juni 2019. Rumah sakit harus mendapatkan rekomendasi terlebih dahulu dari kemenkes sebelum melayani pelayanan Bpjs kesehatan. Hal ini sesuai dengan peraturan direksi no.81 tahun 2018 dan visi Bpjs kesehatan tahun 2021, yakni terwujudnya jaminan kesehatan yang berkualitas tanpa diskriminasi.
Di tahun 2019 Bpjs kesehatan jatim tengah fokus pada penghayatan kemampuan pembiayaan kesehatan, kepuasan peserta serta meningkatkan kapasitas operasional organisasi tuturnya.(Nwi).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here