PKL Gembong Keluhkan Lahan Yang Baru

0
65

Surabaya, Sinar Pos

Tiga minggu sudah PKL Gembong menempati lahan yang baru, pendapatan para pedagang hanya berkisar antara 20 ribu perhari, bahkan ada  yang setiap hari tak mendapatkan sepeserpun”, keluh Syamsul, Koordinator PKL Gembong Surabaya. “Kalau ini sampai terus menerus terjadi, maka kemungkinan besar para pedagang akan balik jualan ke akses jalan raya dari pada kami tak bisa memberi makan anak istri”, tambah Syamsul.

Relokasi PKL Gembong, Surabaya dirasakan belum tepat untuk ditempati. Dari penelusuran Afiliansi Pedagang Indonesia (ALPINDO) ,tempat relokasi yang berada dikawasan Gembong Asih belum pas dan terkesan apa adanya.

Menurut Rumiati S.H selaku Ketua Umum ALPINDO Surabaya, seharusnya pemerintah sudah membuat rencana program sebelum membuat keputusan merelokasi para pedagang kaki lima tersebut. Rumiyati menilai struktur bangunan yang disiapkan untuk para pedagang tidak sesuai keperuntukan dan itu masih ditambah lagi kurang tertatanya lapak serta ukuran lapak untuk berjualan berjualan (Kurang Lebar).

“Kalau keadaan ini dibiarkan saya yakin akan menambah sisi kelam ekonomi rakyat”, tegas Rumiati SH.

Menurut data yang diperoleh awak media Sinar Pos, jumlah pedagang yang masuk dan menempati lahan baru tersebut tersebut mencapai 200 pedagang lebih, dan itupun kebanyakan pedagang pedagang baru yang sebelumnya tidak pernah berjualan di pinggir jalan Kapasari.

Kondisi tersebut dikeluhkan oleh para pedagang. Melalui koordinator pedagang kaki lima disana, H. Mudji diharapkan bahwa pemerintah harus mengkaji ulang dan mendata lagi, siapa yang berhak menempati lapak tersebut.

“Kami juga berharap tempat relokasi dibuat layak huni, bukan asal di pindahkan tanpa ada kenyamanan dalam memberdayaan ekonomi khususnya buat para pedagang, apapun aturan kalau itu buat kesejahteraan,kami siap dibina bukan sekedar relokasi dan dibiarkan “, pungkas H. Mudji. (Sukri/Han )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here