Paska Dibebaskannya Tarif Tol Suromadu

0
39

Surabaya, Sinar Pos – Dishub Provinsi Jatim Bersama Upt Penyebrangan Paciran menggelar Rakor Revitalisasi Penyebrangan Lintas Ujung Kamal Paska dibebaskannya tarif Tol Suromadu di Hotel Sahid Surabaya Selasa (4/12).

Kepala Dinas Perhubungan Prov jatim, Fattah Yasin menyatakan, Bebasnya tarif penyebrangan Suromadu, intri poinnya itu karena dengan Suromadu kira kira seperti apa kedepan, penyebrangan ini kan tools (alat), tapi kita harus mengikuti kemana arah pembangunan dan pengembangan madura, ketika madura keseluruhan punya konsep maka otomatis penyebrangan ini juga akan terkena imbasnya. Tapi yang perlu diperhatikan adalah rencana dari masing masing kabupaten, ini harus terintegrasi, jika tidak, tidak akan ketemu, karena madura ini merupakan satu kesatuan wilayah, tidak bisa dipisah. Kita tahu, kita bicara potensi Bangkalan Pamekasan Sumenep Sampang punya ciri khasnya ujarnya.

Cara garam misalnya, bagaimana cara pemerintah mendorong industri garam supaya kembali kepada masa jayanya yang dulu. Pt Garam dulu pernah jaya, sekarang hidup enggan mati tak mau. Tata kelolanya tidak seperti komoditi gula misalnya, ada pabrik ada petani. Petani saling berhubungan, dulu seperti itu ketika petani rakyat produksi, dibeli oleh PT secara adil. Demikian halnya Pamekasan, tembakaunya terbaik di jatim, tapi pabrik belum mau memanfaatkan bahan baku tembakau untuk mendirikan industri, disana hanya membeli tembakau, multi playernya tidak ada, jadi tidak ada nilai tambah bagi tenaga kerja, bagi masyarakat membeli tembakau, dibawa tembakaunya, gak ada nilai tambah katanya.

Dikatakan Fattah, melihat revitalisasi itu harus jangka panjang, jangka menengah dan jangka pendek. Jangka pendek bolehlah ada event event dilaksanakan dekat wilayahnya, Bangkalan, kamal danlainsebagainya.Tapi membuat potensi yang menggerakkan perbaikan ekonomi, infrastruktur baru terasa ucapnya.

Alternatif lain setelah dibebaskannya tarif tol suromadu menurut Fattah, 1. jalur dan wilayah penyebrangan di jatim banyak, ada jangkar, Paciran, Banyuwangi dan ada beberapa titik yang bisa di akomodir. 2. Kita nanti akan berkomunikasi dengan para pihak termasuk pariwisata, mengemas industri wisata dengan pengelolaan wisata bahari, misalnya yang dilakukan di luar negeri luar biasa, dibuat paket khusus, terintegrasi, ada jadwalnya, tapi para pihak harus mendukung, PT Pelindo, Umkm, makanan khasnya, Souvenir dan lain sebagainya tutu Fattah Yasin.(Nwi/Mam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here