Salahi Izin Tinggal, Empat WNA Asal China Diamankan Petugas Imigrasi Klas III Kediri

0
45

KEDIRI, SINAR POS – Operasi gabungan yang digelar petugas Kantor Imigrasi Kelas III Kediri bekerjasama dengan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Jombang (22/11/2018) lalu, berhasil mengamankan empat Warga Negara Asing (WNA) asal China di salah satu perusahaan alas kaki yang berlokasi di Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Sebelum dilakukan operasi gabungan tersebut, petugas imigrasi sebenarnya telah lama melakukan pengawasan terhadap beberapa perusahaan yang ditengarahi memperkerjakan WNA illegal atau diduga menyalahi izin tinggal.

Rakha Sukma Purnama, Kepala Imigrasi Kelas III Kediri saat konfrensi pers pada 30/11/2018 mengatakan bahwa keempat WNA tersebut dipekerjakan oleh PT.Volma, yaitu sebuah perusahaan industri yang terletak di Jalan Raya Sumobito, Desa Betek, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang

“Ke-empat warga negara asing yang dipekerjakan oleh PT Volma tersebut berdasarkan pemeriksaan awal Tim Pengawasan Orang asing, telah melanggar izin tinggal yang diatur UU No.6 tahun 2011 tentang imigrasi”, Ungkap Rakha didepan awak media.

Rakha menambahkan bahwa ke empat WNA asal China tersebut atas nama Liu Dong (35) asal Xincuan, lalu Xiao Mogen (47) asal Jiangxi, Xiangminh (55) asal chongqing dan Jiang Tiangxin (44) asal Guangxi, China.

“Setelah parport mereka diperiksa petugas, izin mereka tinggal sebenarnya melakukan kegiatan sosial budaya, namun kenyataanya mereka justru bekerja di PT.Volma sebagai tenaga ahli industri alas kaki, sehingga atas dasar itu mereka kemudian dibawa ke Kantor Imigrasi Kelas III non TPI Kediri untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, jika mereka tidak bisa membuktikan izin tinggalnya untuk bekerja, maka mereka terancam di deportasi ke negara asal mereka”, tambahnya.

Sementara, Heru Widjajanto, Kepala Dinas Tenaga kerja Kabupaten Jombang, kepada awak media mengatakan di Kabupaten Jombang memang akhir – akhir ini menjadi tujuan para pekerja asing untuk bekerja, hal itu disebabkan karena kantong – kantong industri di wilayah Surabaya, Gresik dan Sidoarjo sudah banyak dan tidak menerima tenaga asing, sehingga mereka melirik Mojokerto dan Jombang yang juga banyak perusahaan industri.

Jombang itu menjadi tujuan karena memiliki sekitar 900-an industri besar, dan pekerja asing di jombang itu terdata sekitar 68 orang, mereka biasanya menempati bidang – bidang tertentu dan umumnya sebagai tenaga ahli” ungkap Heru (Leh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here