Sekolah Tinggi Alkitab Surabaya Mewisuda 41 Lulusannya

0
39

Surabaya, Sinar Pos – Sekolah Tinggi Alkitab Surabaya (STAS) mewisuda 41 lulusannya di Hotel Wyndham Surabaya Sabtu (1/12).

Ketua STAS, Pendeta Sewie Elia Huang didampingi Pembimas Kristen, Drs Yunus. Yunus mengatakan pihaknya berharap para lulusan keagamaan ini nanti turun ke masyarakat dan ambil bagian dalam tugas bagian gereja dan salah satunya diagonial juga berguna bagi bangsa dan negara yang kita cintai, perlu kita ketahui juga supaya umat kristen juga tidak terlepas daripada itu, ikut berkontribusi menjaga keutuhan NKRI, ujarnya.

Dikatakan Yunus, lulusan sekolah keagamaan binaan dirjen binmas kristen tidak lepas outputnya, kita berharap untuk berpluktuasi bersama sama dengan seluruh komponen yang ada untuk mensejahterakan bangsa ini tuturnya.

Sementara itu Ketua STAS, Sewie Elia Huang mengatakan, Kami memang sangat menekankan pendidikan secara kebebasan, Stas ini menekankan studi akademis yang ditetapkan oleh pemerintah karena kita sebagai hamba Tuhan itu berita kebenaran berua firman, maka secara prinsip harus belajar yang benar sesuai aturan pemerintah. Belajar firman Tuhan supaya bisa menyampaikan firman Tuhan dengan benar dan juga kalau tidak belajar dengan benar bagaimana bisa menerima kesarjanaan, karena sarjana itu merupakan pengakuan dari hasil studi ujarnya.

Jadi saya punya prinsip kalau belajar tidak benar, tidak sesuai aturan pemerintah, bagaimana bisa jadi hamba Tuhan kalau gelarnya tidak benar. Hamba Tuhan, pemberitaan kebenaran maka harus belajar benar, belajar sesuai ketentuan, disitulah dia menerima gelar kesarjanaan. “Karena hamba Tuhan berita kebenaran gelarnya harus benar itu prinsip untuk masyarakat secara umum dan sebagai rohaniwan turut membangun manusia indonesia dengan keberadaan negara ini, negara yang kaya budaya, kaya akan ke anekaragaman, negara ini negara yang kaya, ada 7 sumber di indonesia ini”.

Ditambahkan Sewie, Pemerintah sudah trapkan 4 pilar, menyatukan yaitu pancasila, uud 45, Bhinneka tunggal ika, NKRI. 4 pilar inilah menjalin kesatuan dan persatuan, semua orang yang majemuk ini, yang pluralitas ini mempunyai wawasan kebangsaan, bangsa Indonesia tuturnya. (Nwi).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here