Bupati Hadiri Mukernas BEM Pesantren Se- Indonesia

0
117

Jember – Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR. menghadiri dan mendukung penyelenggaraan Musyawarah Kerja Nasional (Muskernas) BEM Pesantren se-Indonesia yang digelar di Ponpes Al Qodiri Jember, Kamis 29/11/18.

Selain Muskernas, acara tersebut juga menggelar seminar nasional dengan tema Pribumisasi Gerakan Revolutif Mahasantri dalam Menyongsong Generasi Emas 2045. Juga ada deklarasi dukungan Pemilu damai dan melawan hoax serta halaqoh.

“Cocok kalau diselenggarakan di Jember, karena Jember adalah merupakan kota santri dan religius, hampir setiap Kecamatan dan desa ada pesantren. bahkan banyak pesantrennya,” kata Bupati Faida dalam sambutannya. Menjadi tuan rumah merupakan kehormatan tersendiri.

Lebih jauh bupati mengungkapkan, pondok pesantren dengan perguruan tingginya tidak hanya mencetak sarjana. Tetapi, sejatinya juga mencetak sarjana generasi terbaik di Indonesia.

Di Kabupaten Jember sendiri, telah ada Perbup untuk mendukung para santri untuk meraih masa depan yang lebih baik,yaitu dengan memberikan beasiswa minimal menghafal 1 juz Al-Qur’an.

“Hari ini juga di lakukan deklarasi mendukung pemilu damai dan melawan hoax, mereka ini bukan generasi biasa, tapi generasi pesantren, harus bisa menjadi teladan dan contoh, menjadi benteng NKRI,”

Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo SH.SIK. MH, menilai positif kegiatan BEM yang mengusung semangat menolak berita hoax.

“Memang santri-santri di era globalisasi ini, santri-santri milenial, harus bisa lebih cerdas dan cermat dalam bermedia sosial karena tujuannya untuk mendukung dan menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif,” kata Kusworo.

Rektor STAI Al-Qodiri Dr. H. Asmad Hanisyi, S.Pd.I MM menyampaikan, melihat tema dalam seminar terdapat satu kata kunci, yaitu generasi emas dalam menghadapi tahun 2045 yang akan datang.

Masih menurutnya, generasi adalah kata benda yang berasal dari orang-orang seangkatan dengan dirinya. Dan emas yaitu dari kata benda yang mempunyai nilai cukup tinggi serta nilai harga yang cukup mahal.

“Konotasinya adalah generasi Bangsa Indonesia yang mempunyai nilai lebih dari kepintaran, keunggulan, serta kompetensi, sehingga bisa menyaingi baik dalam konteks ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mengantarkan NKRI yang lebih kuat,” terangnya.

Pengasuh Ponpes Al-Qodiri KH. Achmad Muzzakki Syah menyampaikan beberapa informasi seputar pendidikan di Ponpes Al-Qodiri serta jaringan pendidikan hingga keluar negeri.

Kiai Muzaaki juga menjelaskan  wisata religinya, yaitu istighosah bersama di setiap malam Jumat manis yang dihadiri oleh tamu dari dalam serta luar kota, maupun luar negeri.

Presidium nasional halaqoh BEM Pesantren se-Indonesia Busro Abadin menyampaikan, halaqoh dan Muskernas Pesantren se-Indonesia merupakan forum komunikasi lintas kampus perguruan tinggi pesantren yang dapat mengakomodir seluruh BEM perguruan tinggi pesantren se -Indonesia.

Lebih lanjut Busro mengatakan, ketertarikannya atas tema mukernas. Pada tema ini bisa diambil modal untuk keberlangsungan bangsa dan negara, dapat membangkitkan semangat mahasiswa santri.

Kontribusi apa yang bisa dilakukan mahasiswa santri untuk menyongsong generasi emas. “Selain menekuni akademisi sekaligus religi, kita jangan menutup mata jika ada isu radikalisme, jangan menutup mata jika ada penyebaran ujaran kebencian,” katanya.( Bas/Rol)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here