Fokus Group Discussion Penetapan Alur Pelayaran Pelabuhan Kalianget

0
42

SURABAYA, SINAR POS

Direktorat kenavigasian Direktorat Jenderal Perhubungan laut Kementerian Perhubungan menggelar Fokus Group Discussion (FGD) di Hotel Garden Palace Surabaya Kamis (29/11).

Kasubdit perambuan dan Perbengkelan Direktorat Kenavigasian Dirjenperla Kementerian Perhubungan, Toto Sukarno mengatakan kepada Wartawan, Ini rencana akan menetapkan alur pelayaran pelabuhan Kalianget, salah satu sistem operating prosedur yang dilakukan adalah FGD.

Jadi siapapun nanti di pelabuhan manapun yang akan ditetapkan harus lewat FGD dulu, makanya kami datang dari Jakarta tentunya memanggil lewat distrik navigasi, tolong diundang semua yang terkait, untuk membahas tentang alur pelabuhan kalianget ujarnya.

Dengan ditetapkan ini, hasil FGD kita bawa ke pusat kemudian di simpulkan, jadi di tanda tangani Pak menteri, penetapam itu dalam bentuk PM, nanti itu bisa di pakai untuk stage holder, operasional, ini alurnya, ini kirinya disini, kanannya disini, jadi jangan ada tubrukan kapal, itu kan jarak lautnya. Transportasi laut, kapal, kemudian donasi-donasi, donasi untuk berlabuh, donasi untuk kapal dengan muatan berbahaya, kapal kapal yang perbaikan, atau kapal yang sudah jadi kerangka, naruhnya dimana, tidak boleh sembarangan, karena alurnya ini. Tuturnya.

Sementara itu, Kepala Syahbandar Otoritas Pelabuhan Kalianget, Supriyanto mengatakan, Ini dalam rangka tindak lanjut pengembangan prosesnya pelabuhan Kalianget, jadi ini kegiatan yang sangat positip bagi kami yang di daerah, kalau kita melihat potensi dari pelabuhan Kalianget sendiri, ya tentunya untuk kedepan, dengan adanya kegiatan FGD ini tentunya semakin optimis pelabuhan kalianget akan semakin maju. Ujarnya.

Jumlah pesertanya sekitar 50 orang. Yang jadi penghalang di alur pelabuhan kalianget, semacam rumpon, yang di pasang di tengah alur, diperlukan sosialisasi pendekatan kepada masyarakat nelayan, sehingga nanti diberikan pengertian, nanti kalau memasang rumpon jangan di tengah alur. Katanya.

Supriyanto berharap, tidak terlalu lama, setelah nanti sesuai dengan ketentuan PM, bahwasanya kalau sudah rip (Rhyme in peace), berarti kita sudah bisa mulai membangun, mulaiu dari pengerukannya, perbaikan dermaganya, termasuk menentukan zona alokasional labuh, lagipula PR kita mungkin di kalianget ada mulai terkendala soal pelabuhan rakyat, Insya Alloh dengan lahirnya ini nanti itulah yang akan bisa mendorong kita lebih cepat untuk bisa membangun tutur Supriyanto. (Nwi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here