Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2018

0
52

SURABAYA SINAR POS – Dalam pertemuan tahunan Bank Indonesia, Pak De Karwo usul ke BI agar lending kredit Perbankan untuk Pertanian terus didorong.
Gubernur jatim yang akrab disapa Pak De Karwo, mengusulkan agar lending kredit perbankan bisa disalurkan untuk sektor pertanian, apalagi sektor kredit perbankan ke sektor pertanian saat ini hanya 8,23 persen. Jika usulan tersebut bisa di realisasikan, maka perekonomian masyarakat bisa semakin meningkat.

Dengan dilakukannya lending kredit di sektor pertanian, maka bisa mendorong perekonomian kita ujar Pak De. Di pertemuan tahunan Bank Idonesia di Ballroom Hotel Shangrila Surabaya Rabu (28/11).

Menurutnya, lending kredit perbankan terhadap sektor pertanian dinilai masih kecil, pihak perbankan masih menganggap sektor pertanian masih memiliki resiko tinggi, maka Pak De mengusulkan agar Pemerintah harus melakukan intervensi pada sektor pertanian melalui asuransi lending kredit.

Sementara sampai saat ini Pak De menilai masih belum ada asuransi kredit yang diberikan ke sektor pertanian. Jika tidak ada langkah intervensi , maka petani akan sulit berkembang katanya.
“Produksi, pembiayaan dan pasar harus di intervensi oleh pemerintah, kalau tidak ada intervensi pemerintah terhadap pertanian, artinya liberalisasi berjalan mulus di Indonesia”.

Pak De menyampaikan contoh bentuk intervensi Pemprov jatim di sektor pertanian, intervensi tersebut yakni dengan mendirikan Bank UMKM jatim dengan memberikan kredit pada pertanian dan UMKM, serta jamkrida yang memberikan jaminan.


Sektor pertanian jatim mampu memberikan kontribusinya sebesar 12,8 persen terhadap PDRB jatim tahun 2017 dengan serapan tenaga kerja sebanyak 33 persen ucapnya.
Target Pertumbuhan Ekonomi 5,6 persen, melihat kondisi tersebut Pak De Karwo menargetkan pada pertumbuhan ekonomi jatim di 2019 mendatang bisa mencapai 5,6 persen. Target tersebut bisa tercapai jika konsumsi stabil. Yakni ditopang oleh akomodasi dan makanan minuman serta peningkatan investasi.

Pak De Karwo berharap agar kondisi pemilu berjalan kondusif, optimalisasi momen pemilu dan belanja pemenuhan janji kepala daerah terpilih, dampak insentif tax holiday, relaksasi daftar negative investasi, serta net surplus dan ekspor impor tutur Pak De Karwo.

Sementara itu Kepala Perwakilan BI Jatim, Difi Ahmad Johansyah, menyatakan BI membantu perkembangan perekonomian di jatim. Sistem keuangan di jatim masih stabil dan terjaga berdasarkan regional financial.
Pihaknya berharap, pengolahan gabah menjadi beras dilakukan di daerah yang memproduksinya sehingga di harapkan nilai tambahnya diperoleh di daerah tersebut, serta dapat meningkatkan pendapatan petani. (Nwi/Mam).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here