PERINGATI “HARKANAS” PETERNAK GELAR ACARA TUMPENG IKAN

0
41

KEDIRI, SINAR POS – Dinas Perikanan Kabupaten kediri bersama peternak ikan dan pembudidaya perorangan menggelar peringatan Hari Ikan Nasional atau Harkanas yang jatuh pada 21 November 2018, dengan mengadakan makan tumpeng ikan.

Mereka adalah para kelompok peternak dan pelaku budidaya perorangan yang tersebar di Kabupaten Kedir, Selain makan tumpeng ikan bersama, dalam kesempatan tersebut mereka juga saling bertukar ide dan pengalaman, untuk meningkatkan hasil panen ikan.

“Kami mempertemukan para peternak ikan, supaya saling tukar menukar informasi. Karena masing masing daerah persoalannya berbeda. Bagaimana cara mengatasi kendala yang dihadapi,” kata Wakil Bupati Kediri, Masykuri Ikhsan.

Selain bisa saling bersilaturahmi para pembudidaya ikan itu bisa saling bertukar ide dan pengalaman untuk meningkatkan jumlah panen ikan. Terlebih saat ini memasuki cuaca ekstrim, yang dinilai cukup rawan untuk perkembangbiakan ikan. “Ikan adalah komoditas yang murah, tetapi menyehatkan. Sehingga ini ada forum komunikasi melalui makan ikan, agar ikan bias terus dibudiayakan baik melalui kelompok maupun individu,” tambah Masykuri.

Masykuri juga mencontohkan budidaya ikan air tawar di lingkungan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Falah di Desa Ploso, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri. Pondok pesantren ini mempunyai 500 unit kolam, dengan produktifitas per hari mencapai 4 ton.

Fihaknya mengajak masyarkat Kabupaten Kediri untuk memanfaatkan lahan yang kosong untuk membuat kolam ikan. “Seandainya masyarakat bisa memanfaatkan lahan kosong di rumah. Misalnya membuat kolam dengan ukuran kecil 5X6 meter. Ini bisa diisi dengan bibit ikan sebanyak 10 ribu ekor. Hasilnya lumayan besar mencapai 95 kwintal, hamper 1 ton,” jelasnya.

” Selain meningkatkan gizi, ternak ikan juga bisa menambah perekonomian. Selain itu, juga menjaga keseimbangan ekosistem di lingkungan. Limbah dari air kolam ikan bisa dimanfaatkan untuk pupuk organic tanaman seperti, cabai dan kangkung di rumah” tambahnya

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kediri, Nurhafid mengatakan, peringatan Hari Ikan Nasional kelima ini melibatkan kurang lebih 150 orang pembudidaya ikan. Kali ini kegiatannya dikemas dalam bentuk makan tumpeng ikan bersama guna memasyarakatkan makan ikan.

“Tahun ini kami gelar acara peringatan Hari Ikan Nasional di kantor ini. Tetapi, untuk tahun depan pelaksanaanya tentu beda. Mungkin di Simpang Lima Gumul (SLG) dengan pertimbangan tempatnya yang lebih luas. Tujuan utama kami adalah memasyarakatkan makan ikan,” ungakpnya.

Di kabupaten Kediri ada 8.700 an pembudidaya ikan dengan jumlah produksi mencapai 17 juta ton pertahun. Dari jumlah tersebut, 14 juta ton didominasi ikan lele. Sedangkan sisanya, ikan gurame, tawes dan patin.

Sementara itu, untuk tingkat konsumsi ikan di Kabupaten Kediri sebesar 20 kilogram per kapita per tahun. Konsumsi ikan di Kabupaten Kediri ini sebagian barasal dari ikan luar daerah, seperti ikan laut. Adapun distribusi ikan hasil budidaya peternak di Kabupaten Kediri selama ini mensuplay kebutuhan di Solo, Surabaya dan Jakarta.

Hambatan paling utama adalah harga pakan yang terus melambung. Seperti pakan untuk ikan lele kini mencapai Rp 10 ribu per kg. Sehingga, keuntungan yang didapat peternak sangat minim. Untuk itu, Dinas Perikanan Kabupaten Kediri berupaya memberikan perhatian melalui serangkaian program, salah satunya pelatihan dan bantuan alat teknologi terkini, selain makan tumpeng ikan bersama, dalam acara tersebut juga digelar bazar aneka makanan olahan ikan, seperti sate lele, nugget lele, kerupuk ikan, abon lele hingga gurame segar bakar. (Ad/KOM/KAB/AN-LH)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here