Melestarikan Budaya Daerah Tradisi Siraman Gong Kyai Pradah

0
73

Blitar, Sinar Pos

Siraman Gong Kyai Pradah , di Lodoyo, Kecamatan Sutojayan , Kabupaten Blitar merupakan satu diantara aset budaya yang dimiliki oleh Kabupaten Blitar . Budaya ini telah dilaksanakan turun – temurun . Para pengunjung dari berbagai daerah untuk menyaksikan tradisi yang berlangsung tiap bulan Maulud ini. Mereka.berharap budaya tersebut terus di lestarikan

Bupati Blitar Rijanto didampingi Wakil Bupati Blitar, Marhaenis yang memimpin langsung acara tersebut juga menyampaikan tujuan melestarikan budaya bangsa sebagai warisan leluhur supaya generasi muda bangsa ini mengetahui aset budaya.

Kamis, (22/11)Masyarakat datang dari berbagai daerah untuk ngalap berkah , mencari Rizki dan bertujuan berjualan di lokasi Siraman Gong Kyai Pradah tersebut. Selain itu Siraman Gong Kyai Pradah sebagai aset wisata milik Pemerintah.Kabupaten Blitar patut di promosikan , sehingga menjadi daya tarik kunjungan wisatawan dari Mancanegara.

Bupati Blitar, Rijanto mengatakan normalisasi Kali Bogel telah dimulai .Diharapkan dengan upaya yang telah dilakukan pemerintah Kabupaten Blitar dan BBWS Jawa Timur ini bisa mengurangi banjir yang sering melanda daerah ini. Acara tradisi Siraman Gong Kyai Pradah merupakan agenda rutin tahunan yang dilaksanakan di kecamatan Sutojayan setiap penanggalan Maulud Nabi Muhammad SAW atau tanggal 12 Robiul Awal. Prosesi ritual Siraman Gong Kyai Pradah yang di yakini merupakan peninggalan Pangeran Prabu dari Kartasura itu dikeluarkan dari tempatnya di Pesanggrahan samping kanan Alon – Alon Sutojayan .Mbah Supali , juru kunci berusia 91 tahun ini yang mengeluarkan Gong Kyai Pradah selanjutnya diarak dan di bawa keliling lapangan dengan melewati kerumunan warga . Dibelakang pembawa rombongan Gong Kyai Pradah ada pasukan pengiring berpakaian adat kerajaan dan diiringi musik jaranan. Setelah di arak keliling , Gong Kyai Pradah diserahkan Bupati Blitar Rijanto. Selanjutnya Gong Kyai Pradah dimandikan .Setelah dimandikan Gong Kyai Pradah kembali dibungkus kain putih dan dibawa masuk kembali ke Pesanggarahan . Air bekas memandikan Gong Kyai Pradah jadi rebutan warga yang berada dibawah panggung. Mereka berkeyakinan air bekas memandikan Gong Kyai Pradah membawa berkah . Meski ritual ini diadakan tiap tahun, namun para pengunjung tetap membludak dan bahkan sebagai destinasi wisata. ” Kami berharap acara ini bisa lebih dikenal di mancanegara , karena tak semua daerah punya tradisi atau ritual seperti ini, ” Jelas Bupati Blitar Rijanto. (Har/ Adv/ Humas).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here