PJI Adakan Uji Kompetensi Wartawan Pertama Di Surabaya

0
159

Surabaya, Sinar Pos

UKW PJI Pertama di Surabaya dibuka oleh perwakilan dewan pers di bidang pengaduan Imam Wahyudi, pada tanggal 18-19 November 2018.

Ketua Umum PJI Hartanto Boechori dalam sambutan singkatnya membuka acara UKW, menyampaikan apresiasi dan terimakasih atas perhatian Dewan Pers kepada PJI serta berbangga hati kepada para anggota PJI yang telah “berani” mengikuti acara UKW PJI yang pertama itu serta menyematkan harapan besar kepada anggotanya agar kedepan lebih mengedepankan KEJ (Kode Etik Jurnalistik) dalam setiap melaksanakan tugas jurnalistiknya.

Setelah sambutan Ketua Umum PJI, anggota Dewan Pers Imam Wahyudi memberikan pencerahan pada intinya menitipkan pesan agar setiap pelaku pers mematuhi Undang-undang Pers dan KEJ.

Administrasi maupun etika pemberitaan. Pemberitaan tanpa menggunakan KEJ, dapat “membunuh,” banyak orang.

“Bukan semua orang yang melakukan kegiatan “kewartawanan” adalah wartawan”, tegas Imam.

Salah satunya dianalogikan dengan bertinju di ring tinju sebagai petinju tidak sama dengan berkelahi. Walaupun sama-sama “adu jotos”, namun kalau sampai berakibat fatal sampai salah satu meninggal, yang bertinju resmi tidak bisa dihukum. Sebaliknya yang berkelahi dapat dihukum.

Dalam sesi tanya jawab, Imam mengapresiasi dan menjelaskan bahwa Ketua Umum PJI telah membawa anggotanya (Wartawan anggota PJI, Red) ke “jalan yang benar”, yaitu berkolaborasi dengan Dewan Pers.

Dalam kesempatan itu pula Imam Wahyudi menjelaskan anggota Dewan Pers tidak dibayar Pemerintah. Setiap anggota Dewan Pers masih bekerja masing-masing. Dirinya mau menjadi anggota Dewan Pers semata-mata karena panggilan hati untuk pengabdian.

UKW PJI yang dilaksanakan selama 2hari di Gedung BK3S jalan Raya Tenggilis Surabaya itu berlangsung lancar dan sukses. Tim penguji yang ditunjuk Dewan Pers berasal dari UPN ‘Veteran”, Subhan Afifi, Susilawati, Arif Wibawa dan Agung Prabowo. Keempatnya datang dari Yogyakarta. Satu Penguji lagi Saibansah Dardani datang dari Batam.

Dari 31 peserta UKW anggota PJI terdaftar, 4 peserta ditolak krn baru “last minute” didaftarkan. 2 peserta dinyatakan gugur karena berhalangan hadir dan 1 peserta didiskualifikasi karena terlambat datang dari jadwal ujian yang telah ditentukan.

24 peserta UKW dibagi 5 kelompok. 1 kelompok peserta jenjang UKW Wartawan Utama diuji Saibansah Dardani, 1 kelompok peserta jenjang UKW Wartawan Madya diuji Susilawati yang panggilan akrabnya bu Susi dan 3 kelompok peserta jenjang UKW Wartawan Muda dipimpin 3 penguji lainnya.

Penguji dari UPN Veteran Arif Wibawa Jogyakarta sempat memberikan apresiasi kepada dua peserta yaitu Dino yang datang dari jauh Maluku, ketika mengikuti UKW bertepatan dengan ibundanya meninggal dunia dan sempat bimbang mau pulang ke maluku, tapi Dino bertahan menyelesaikan UKW karena kesempatan belum tentu datang sewaktu-waktu, yang kedua di apresiasikan kepada M.Imam Chambali dari wartawan Sinar Pos, dia ikut UKW bertepatan dengan ujian kampusnya yang juga sedang melakukan ujian pasca sarjana, kebetulan Imam juga mahasiswa s2 pasca sarjana di Universitas Bhayangkara Surabaya, pilihan yang sulit bagi Imam tetap mengikuti UKW atau meninggalkan UKW untuk mengikuti Ujian di kampusnya, tapi Imam tetap komitmen nelanjutkan UKW sampai selesai, Imam sempat mengungkapkan ini pilihan yang sangat sulit karena dua ujian tersebut sama-sama menentukan masa depannya, tapi dia cukup senang karena pengorbanan tidak sia-sia karena dia bisa menyelesaikan UKW dengan lancar.

Menutup UKW Senin 19/11 jam 22.30, Ketua Umum PJI berterima kasih pada semua Tim Penguji dan semua anggota PJI yang telah “berani” menjalani UKW, serta memberi tahu bahwa bulan depan (Desember, Red) PJI akan merayakan Ultah PJI ke 20 sekaligus mengadakan UKW PJI angkatan kedua sebagai tindak lanjut aspirasi anggota PJI lainnya yang belum sempat melaksanakan UKW. (Mam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here