Keterangan Saksi Pojokan Terdakwa

0
101

Surabaya, Sinar Pos
Keterangan saksi yang di hadirkan dalam sidang kasus impor miras illegal, yang dilakukan oleh importir asal Semarang Jawa Tengah, terdakwa Daniel Damaroy, dan oknum pelayaran (Shipping) APL yakni terdakwa Dian Priyanto, kembali di gelar di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya membuat kedua terdakwa semakin terpojok, hari Senin (12/11/2018).

Bertempat di ruang Tirta 2, sidang diketuai oleh hakim Syifa’urosidin dan 3 Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Tanjung Perak Surabaya, Katrin Sunita, Suryanta Desy Christiani, dan Dimaz Atmadi Brata Anandiansyah. 8 orang saksi fakta yang di hadirkan semuanya mengatakan bahwa terdakwa Dian Priyanto lah yang mengerti perubahan dokumen import yang diurusnya.

Retno Purwadi, saksi pertama yang di periksa mengatakan dirinya tidak tahu apabila terdakwa Dian Priyanto mengubah isi dokumen impor dari Singapura tersebut. Pegawai APL yang sudang 24 tahun bekerja di pelayaran tersebut mengetahuinya saat di periksa penyidik.

“Saya tahunya waktu di periksa penyidik. Data di kantor pusat di Jakarta tetap. Data yang masuk barangnya Air Flow Sensor dan benang Polyester. Tidak ada pemberitahuan kalo ada perubahan barang. Semua sumbernya ya di Dian Priyanto,”ujar Customer Service Manager exim container APL tersebut.

Fajri saksi kedua yang bekerja di bagian manifest, menyampaikan hanya melaporkan ke bea cukai. Saksi tidak mengetahui apa yang ada dalam isi email yang di kirimkan Dian Priyanto ke emailnya. Semua yang mengatur terdakwa. Dirinya mengaku tidak memeriksa karena bagian manifest tidak punya kewajiban untuk memeriksa dan mengecek.

“Dia kirim e-mail ke saya. Isinya tidak tahu. Tidak periksa. Dalam bentuk Word.txt. Semua yang atur Dian Priyanto. Dari Importir ke Dian terus ke saya. Bagian Manifest tidak punya kewajiban untuk mengecek,”Kata Fajri

Ira saksi selanjutnya yang menjabat sebagai marketing exim, mengatakan pegawai yang memegang dokumen semua Exim di Tanjung perak adlah Dian Priyanto. Tidak tahu terdakwa Dian melakukan perubahan dokumen. Tahunya juga dari penyidik.

“Dian yang pegang semua dokumen Exim di Tanjung Perak. Dia memang pegawai di APL di Surabaya. Saya juga ngga tahu kalau dia merubah dokumennya. Saya tahu dari penyidik.” tukas Ira
Saksi Enfra Injaka, Taufik, Cecilia dan Sadad pun demikian, semua keterangannya sangat menyudutkan terdakwa Dian Priyanto.

Kedua terdakwa tersebut didakwa dan diancam dengan Pasal 103 huruf a UU No. 10 Tahun 1995 Tentang Kepabeanan Jo. UU No. 17 Tahun 2006 Tentang Perubahan Atas UU No. 10 Tahun 1995 Tentang Kepabeanan Jo Pasal 55 ayat 1 Ke 1 KUHPidana. (Sam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here