Penyampaian Hasil Utama Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Tahun 2018

0
166

SURABAYA, SINAR POS

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional menggelar Pertemuan di Hotel Santika Primier Gubeng Surabaya Senen Malam 12 hingga Rabu 14 November 2018.

Dr. Nana Mulyana M. Kes, Sekretaris Badan Litbang Kementerian Kesehatan menyatakan, Hari Kesehatan Nasional tahun ini, Temanaya “Aku Cinta Sehat”, Ayo hidup sehat, mulai dari kita, kesehatan bukan segalanya, tapi segalanya tanpa kesehatan tidak ada artinya. Orang miskin, orang kaya, orang bodoh bisa berprilaku sehat, tapi begitu sakit, hanya dokter yang bisa ngobati ujarnya.


Dr.Nana dalam rangka HKN (Hari kesehatan nasional), mengajak masyarakat,, mari hidup sehat, mari bersama-sama kita membudayakan gerakan masyarakat hidup sehat, sehat itu sederhana, cuci tangan, makan yang bersih, kemudian tidak menghirup udara kotor.itu bisa dilakukan semua orang katanya.
Dikatakan DR Nana, dalam pertemuan kali ini, ingin menyampaikan hasil utama riset kesehatan dasar kepada teman-teman, Riset kesehatan dasar itu memberikan gambaran status kesehatan masyarakat, Status kesehatan masyarakat yang dilihat dari angka gizi buruk, kesehatan ibu, kesehatan anak yang dikaitkan dengan faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan ada 4, ada faktor lingkungan, ada faktor prilaku, ada faktor pelayan kesehatan, dan ada faktor keluarga atau karakteristik , itu yang diinginkan ucapnya.

Kenapa Riskesda ini dilakukan 5 tahun sekali, dan siklusnya pas dengan penyusunan RPJMN, Rangka pembangunan jangka panjang, nasional maupun juga Renstranya (Rencana Strategis Pemerintah),
Tahun 2018 ini kita bersinergi dengan SUSENA ( Sensus untuk ekonomi, sosial ekonomi yang dilakukan BPS, misalnya disuatu tempat kenapa gizi kurangnya terlalu tinggi, ternyata banyak keluarga yang miskin, mereka tidak mampu dan sebagainya.

Jadi manfaat riskesda adalah 1- Untuk perencanaan program ke depan, 2- Untuk meng-evaluasi mana sih program yang tidak kita lakukan, tapi belum tercapai, itulah penyebabnya.

Mari kita perbaiki bersama-sama, agar pemerintah daerah bisa memanfaatkan hasil riset ini, untuk hasil bahan kebijakan.

Angka gizi buruk sekarang stanting, 34,8. Asalnya 2013 itu 37,6 turun. Stanting untuk anak pendek, karena asupan pada waktu hamil kurang, jadi anak itu mengkondisikan dalam tubuhnya tetap jadi manusia, tapi pendek tutur Dr. Drs Nana Mulyana M.Kes. (Nwi) .

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here