Plt Bupati Tulungagung Berangkatkan Pawai Ta’aruf Hari Santri Nasional Tahun 2018

0
33

Tulungagung, Sinar Pos

Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional tahun 2018 digelar Pawai Ta’aruf di Tulungagung . Kegiatan tersebut digelar     pada hari Minggu, 04/11/2018. Pawai Ta’aruf ini diikuti 1.506 kendaraan dari masing – masing perwakilan MWC NU se- Kabupaten Tulungagung. Start Pawai Ta’aruf di halaman Kantor Bupati Tulungagung, Jalan A.Yani Timur No.37 Tulungagung dan Finish di perempatan Cuiri, Kecamatan Kauman.

Acara tersebut dihadiri Forkopimda Tulungagung, Pengurus Cabang NU Kabupaten Tulungagung, baik jajaran Syuriah dan Tanfidiyah beserta seluruh banomnya, jajaran OPD Lingkup Pemkab Tulungagung , Ketua Ormas Islam se- Kabupaten Tulungagung, Tokoh Agama dan tokoh masyarakat.

Pawai Ta’aruf ini dibuka dan sekaligus diberangkatkan Plt Bupati Tulungagung Drs.H.MaryotoBhirowo ,MM . Dalam sambutanya atas nama pemerintah daerah Kabupaten Tulungagung mengucapkan selamat hari santri Nasional tahun 2018 kepada keluarga besar Nahdlatul Ulama, para kyai, para santri dan seluruh masyarakat Tulungagung.  Pada momentum hari santri tahun ini Plt Bupati Tulungagung berharap agar para santri baik di dalam Ponpes maupun di luar Ponpes  dapat memperkuat jiwa religius KeIslamannya sekaligus jiwa Nasionalisme Kebangsaan. Dengan mewarisi semangat kebangsaan , para santri juga akan bersemangat dalam memperjuangkan keadilan serta memperjuangkan ilmu pengetahuan / tekhnologi demi kemajuan bangsa dan negara tercinta ini.Dengan peringatan hari santri Nasional ini dapat menyatukan keberagaman untuk menjadi satu bangsa Indonesia. “Dalam keragaman kita sebagai bangsa, baik beragaman suku, keragaman agama maupun keragaman budaya melekat nilai – nilai untuk saling menghargai , saling menjaga toleransi dan saling menguatkan tali persaudaraan antar anak bangsa, ” ungkapnya.

Plt Bupati Tulungagung , Maryoto Bhirowo berharap para santri selalu ingat dalam berjihad untuk bangsa,  untuk tanah air dan untuk tumpah darah Indonesia . Para santri diharapkan selalu ingat berjihad sebagaimana yang diwariskan oleh para kyai dan para tokoh agama. Kyai mengajarkan jihat dengan cara ramah bukan cara yang kekerasan. Kyai selalu mengajarkan dengan cara merangkul bukan memukul. ” Inilah pesan dan cara kyai yang harus diteladani dan kita teruskan, ” jelasnya.( Har)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here