Bupati Nganjuk NOVI RAHMAN HIDAYAT Survey Akreditasi RSUD Kertosono

0
48

NGANJUK, SINAR POS

Bupati Nganjuk H. Novi Rahman Hidayat, Senin (5/12) pagi, hadiri Survey Akreditasi RSUD Kertosono oleh Tim Surveior Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS), bertempat di Aula RSUD Kertosono lantai IV yang mengusung visi untuk menjadi badan akreditasi tingkat paripurna, membantu rumah sakit dalam meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien melalui akreditasi.

Dalam sambutannya Kepala RSUD Kertosono, dr Tien Farida Yani menyampaikan selamat datang Tim Surveior di RSUD Kertosono. Pihaknya merasa bersyukur mendapat giliran didatangi Tim Surveior, karena antriannya sangat panjang, hal tersebut bukan disengaja dilakukan di akhir tahun, dkarenakan adanya relokasi rumah sakit.

“Besar harapan kami dengan adanya survey ini menjadikan layanan RSUD Kertosono menjadi lebih baik.” Ujarnya Tien Farida Yani.

Tambahan dr Tien menyampaikan bahwa di Nganjuk ini ada dua rumah sakit pemertintah, dan pihaknya berharap RSUD Kertosono dapat ditingkatkan menjadi menjadi rumah sakit rujukan tidak hanya di Kabupaten Nganjuk akan tetapi juga di luar Nganjuk

“Tentunya kita menginginkan kelebihan-kelebihan, serta unggulan-unggulan sehingga ada alasan orang luar Kertosono bisa masuk Kertosono dan bisa tercover,” ungkapnya.

Terkait pembangunan rumah sakit, pihaknya sangat bersyukur karena ini merupakan komitmen bupati terhadap pelayanan kesehatan yang menjadi program prioritas.

“Yang mana ujung-ujungnya menciptakan masyarakat Kertosono yang sehat, cerdas dan bahagia.” Ujarnya

Dalam kesempatan ini Bupati Nganjuk H. Novi Rahman Hidayat mengatakan bahwa dirinya bersuka cita karena rumah sakit berani berakreditasi, walaupun sebelumnya sempat merasa was-was, orang rumah sakit semua menghadiri acara tersebut dan jangan-jangan di rumah sakit kosong, namun setelah dijelaskan oleh direktur RSUD, bahwa yang yang hadir tersebut hanya pimpinan koordinator, bupati merasa lega.

“Mengapa demikian, karena kita sebagai pelayan. Sebagai pelayan kita punya filosofi, “The True is What Believer”, Kebenaran adalah apa yang diyakini oleh yang dilayani, jadi kepuasan iti tidak akan bisa bohong,” ungkapnya.

Dalam sambutannya, Bupati juga mengapresiasi kepada seluruh pegawai rumah sakit, terutama seragam bagus-bagus yang laki pakai jas, perempuannya juga pakai gamis menandakan keserasian karyawanya karena itu adalah bentuk penilaian, selain mempersiapkan segala sesuatunya termasuk alatnya tetapi juga tetap memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat.

“Saya juga menghimbau kepada media yang hadir, biar masyarakat mengetahui apa itu Akreditasi, sehingga bisa lebih faham bahwa RSUD Kertosono ini tingkat pelayannya sekelas paripurna.” ujarnya

Dalam kesempatan ini Bupati yang akrab dipanggil Mas Novi mengatakan, sejak awal menjadi bupati adalah mewakili rakyat, bukan mewakili diri sendiri. Jadi kalau saya dikatakan dari awal menjadi pemilik rumah sakit, adalah kurang pas.

“Saya adalah wakil pemilik rumah sakit dan pemiliknya adalah rakyat. Tentunya kepuasan adalah menjadi nomor satu.” imbuhnya.

Jadi itu menjadi dorongan yang kuat bagi pemerintah dan harus belajar lebih jauh terkait jenis layanan apa yang harus ditingkatkan, rencana pengembangan SDM apa yang dilakukan, jenis peralatan apa yang penuhi, penyesuaian kelembagaan serta lingkungan yang bagaimana, yang perlu dikembangkan

Akhir sambutannya, Mas Novi menyampaikan, bahwa dirinya percaya mekanisme akreditasi ini menjadi penting untuk menguji apa yang telah direncanakan, sudah dilaksanakan dengan baik atau belum dan selanjutnya dapat mengetahui apa yang menjadi sasaran Quality Improvment selanjutnya, karena pada hakekatnya ada jargon “ Start From The End To The Begining “, dimulai dari akhir dan dimulai pada awal lagi. Inilah proses sirkulasi yang terus menerus.

“Saya ucapkan selamat karena telah berani berakreditasi dan ucapan terima kasih kepada Tim yang menjadi bagian dalam proses ini dan mudah-mudahan hubungan ini menjadi hubungan fungsional yang menarik untuk membuat kita tumbuh bersama-sama, kalau orang beragama menjadi amal soleh yang menjadi tabungan dalam kehidupan ini.” pungkas Mas Novi

Sementara, Ketua Tim Surveior yang diwakili dr Subroto Prawiro Harsoyo Sp. PD. M. Kes menjelaskan bahwa cara penilaian akreditasi rumah sakit dan etika akreditasi, salah satunya adalah tidak diperbolehkan Tim Surveior menerima oleh-oleh dan akan bekerja selama 4 hari yang terdiri dari 4 orang, pungkasnya.( Agung )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here