Informasi Pasar Perwakilan Perdagangan RI di Luar Negeri Tahun 2018

0
41

SURABAYA, SINAR POS –  Kementerian Perdagangan  Provinsi Jawa Timur (Jatim) menggelar  Seminar mengenai  Informasi  Pasar Perwakilan Perdagangan  RI  keluar negeri tahun 2018 di Hotel  Grand Mercure Surabaya Selasa (30/10).

PLH Kabid Perdagangan Luar negeri, Syaiful  menyataakan, Acara ini memberikan informasi  terutama tentang peluang dagang,  peluang  eksport produk-produk  jatim   ke Negara-negara dimana para efisienable, dimana  Amerika, Canada dan Negeria, ketiga ini tentu  sangat bermanfaat bagi pengusaha  eksportir karena  ini pasar-pasar  terutama selain Amerika, Kanada, Nigeria, kemungkinan kita akan bisa lebih mudah  masuk, sehingga  jatim  sangat menyambut baik kegiatan seperti ini, kami harapkan ini bisa  berlanjut, serta  bisa  di manfaatkan bagi para eksportir kita yang hadir, jadi secara bertahap nanti  bisa dan kamipun juga  nanti akan berkoordinasi juga dengan  BPN, dirjenpen, bagaimana nanti bisa memfasilitasi  pengusaha-pengusaha jatim untuk  bisa masuk kepasar-pasar di tiga Negara tersebut ujarnya.

Mengundang  3 Pembicara seperti,

1).ITPC  Chicago, USA, Billy Anugerah mengatakan, meng ekspor produk manufaktur, furniture, si UAS, 75 persen marketing secara  online, tapi pembayarannya agak terlambat, tapi dari segi value agak meningkat. Gsp system, SKA form A di disperindag dulu sebelum melakukan ekspor ke USA. Ekspor ke USA paling baik diseluruh dunia dan harganya baik. Seafood, udang , kepiting, kopt, teh, pakaian dan lain-lain. impor USA 2,3 T pertahun , Indonesia ranking ke 19 tutur Billy.

2) ITPC Lagos, Bagus Wicaksena, menyatakan, jangan terlalu berharap banyak soal hatga, Sfrika sekarang berbeda dengan apa yang kita bayangkan. CPO bijinya berasal dari Afrika, mereka ambil tekstil banyak dari tanah abang, harga-harga 4 kali lebih mahal dari Indonesia ujarnya.

3). ITPC Vancouver Kanada, Rafika Arfani, Trade balance Kanada – Indonesia, Kita impor dari Kanada  US$ 1,07 juta, sedangkan kita ekspor ke Kanada sebesar US$ 900 juta, tutur Rafika. (Nwi)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here