Puluhan Ormas Deklarasi Tolak Faham Radikalisme

0
47

Jember – Dalam rangka untuk menjaga agar situasi Jember tetap aman dan kondusif, Tepatnya Selasa 30/10/18, puluhan organisasi kemasyarakatan (Ormas) dan tokoh lintas agama dan FKUB di Jember menggelar diskusi dan ┬ádeklarasi menolak keras faham radikalisme di caffe kanca kona Kelurahan Tegal Besar, Kecamatan Sumber sari. diskusi dan deklarasi yang di ikuti ratusan orang dari berbagai ormas tersebut sangat direspon sekali bahkan ruangan yang disiapkan panitia tak mampu menampung undangan yang hadir.

Hadir dalam deklarasi tersebut, Kapolres AKBP. Kusworo Wibowo. SH. Sik. MH., Kasdim, Kepala Bakesbang, Bambang H, Kemenag beserta jajaran, perwakilan Kejari , seluruh pengurus FKUB, MUI, NU, Muhammadiyah, Banser, HMI, pendeta, ex HTI dan seluruh undangan yang tak dapat disebut nama satu persatu.

Kapolres AKBP. Kusworo Wibowo. SH. Sik MH mengatakan, hari ini polres mengundang Forum komunikasi umat beragama( FKUB), tokoh lintas agama, MUI , NU, Muhammadiyah dan organisasi kemasyarakatan serta Mahasiswa menggelar diskusi dan deklarasi menolak keras faham radikalisme yang dibawah HTI.” terang Kusworo.

Lebih jauh mengatakan, kami bersama tokoh lintas agama seperti MUI, NU , Muhammadiyah dan lainnya tugasnya menyadarkan saudara kita yang telah menjadi korban faham radikal yang dibawah Hizbut tahrir tersebut. sehingga mereka kita cegah dan kita sadarkan bahwa di Indonesia ini telah ada ideologi Pancasila.” ungkapnya.

Ditambahkan, selain hal di atas, seluruh tokoh lintas agama dan organisasi keagamaan sepakat dengan melakukan tanda tangan bersama agar menolak keras faham radikal yang sangat berbahaya untuk persatuan dan kesatuan Indonesia ini.” pungkasnya.

Ketua forum komunikasi umat beragama( FKUB) Abdul Muis mengatakan, sebenarnya tugas kami ini adalah untuk menyadarkan mereka mereka yang ex HTI ini. sebenarnya tugas FKUB ini adalah untuk agar ideologi yang ada yakni Pancasila akan dirubah dengan faham radikal tersebut.” terang Muis.

Masih lanjutnya, sebenarnya HTI ini cukup besar sebelum di bubarkan pemerintah, bahkan sangat berbahaya sekali dan dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa. bahkan para tokoh agama seperti, Hindu, Budha, kristiani sangat khawatir sekali dengan keberadaan ini sehingga kami menyadarkan bahwa HTI hanya sebagian minoritas saja. sedangkan yang mayoritas seperti NU, Muhammadiyah dan lainnya tidak termasuk dari bagian tersebut.” imbuhnya.

Dia menambahkan, sebenarnya sebelum HTI ini di bubarkan pemerintah mereka melakukannya dengan cara masif dan sangat berbahaya. tapi setelah ada larangan dari pemerintah mereka lakukan secara dor to door. melalui pengajian dengan memberikan pemahaman ideologi tersebut.” pungkasnya.

Pantauan media ini saat di lokasi, acara sangat meriah sekali, bahkan undangan sangat bersemangat sekali mendengarkan pemateri dan narasumber dalam memberikan materi pada undangan. selain itu seluruh ormas yang hadir juga menanda tangani kesepakatan bersama menolak faham radikal.( Bas/ Rol)

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here