Peradi Surabaya Beri Pencerahan Pengusaha atau Advokat

0
39

SURABAYA, SINAR POS – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Surabaya menggelar  Seminar dengan Tema  “Aspek Hukum Personal dan Corporate Guarantee Dalam Praktek dan Perkembangannya, di Hotel Wyndham Surabaya, Sabtu (27/10).

Seminar tersebut menghadirkan nara sumber yang berkompeten dibidangnya yaitu, Prof Dr Y Sogar Simamora SH Mhum (Guru besar Fakultas Hukum Unair), Dr Ir J Andy Hartanto SH MH MMT (Notaris dan PPAT) dan Prof Dr Nindyo Pramono SH Mhum (Guru besar Fakultas Hukum UGM).

Ketua DPC Peradi Surabaya, Hariyanto mengatakan, Memang program sudah diputuskan oleh DPC Peradi Surabaya dalam raker  2018 yang lalu, bahwa  kami mengadakan seminar nasional  Aspek Hukum Personal dan Corporate Guarantee, ini tujuannya untuk memberikan nilai atau menambah SDM daripada para anggotanya, disamping itu juga memberikan penjelasan kepada masyarakat  terutama pelaku bisnis, bahwa Corporate dan Personal guarantee ini penting diketahui karena ada indikasi hukum yang menyertai dalam corporate maupun personal guarantee. Untuk itu kami memberikan pencerahan kepada pelaku-pelaku bisnis ataupun dari advokat kita sendiri. Ujarnya.

Kalau corporate otomatis perseroan terbatas kalau di kita, kalau corporate memerlukan persetujuan RUPS, kalau personal misalnya suami isteri, kalau itu sudah terjadi, maka hartanya si penjamin ini personal atau korporate menjadi jaminan semuanya terhadap pelunasan hutang debitur utamanya.katanya.

Kalau sudah dinyatakan Citra janji, lawan prestasi, itu terus harta-hartanya daripada debitur sudah tidak memenuhi atau masih kurang, ya ini personal atau corporate yang wajib untuk menyelesaikan utang- utang daripada debitur utama tadi. Harus dilunasi oleh penjamin corporate atau personal.ucapnya.

Kalau ditanya minta waktu, Hariyanto mengatakan, Kalau dia minta pengunduran waktu itu diperbolehkan, saya kira sah-sah saja, tetapi tidak ada alasan kalau sudah dinyatakan debitur utama tidak mampu bayar, hartanya habis semua untuk pemberesan tapi belum cukup, sudah tidak ada waktu lagi bagi personal atau corporate untuk menyatakan bahwa minta penundaan waktu. Kalau penundaan waktu itu diberikan oleh kreditur, itu kewenangan kreditur, itu situsionsl dan kondisional.tambahnya.

Jumlah peserta 145,  dari umum 85,  Advokat 60,  ada dari perbankan, pelaku usaha,  notaris, dari Surabaya dan sekitarnya tuturnya.(Nwi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here