Surabaya International Jewellery Fair 2018

0
102

SURABAYA, SINAR POS – Surabaya International Jewellery Fair 2018 (SIJF 2018). Ini merupakan satu-satunya pameran di kawasan Indonesia bagian timur yang diikuti oleh berbagai bidang usaha perhiasan dari dalam dan luar negeri, seperti: pabrikan perhiasan, distributor perhiasan, toko perhiasan, perusahaan permesinan & kemasan perhiasan serta desainer dan pengrajin.

Pameran ini terselenggara hasil kerja sama Asosiasi Perhiasan Emas dan Permata Indonesia (APEPI) bekerjasama dengan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Provinsi Jawa Timur

Ketua APEPI Jeffry Tumewa menyatakan, SIJF 2018 diikuti oleh lebih dari 107 peserta yang diantaranya 29 peserta swasta, 15 peserta mesin & perangkat industri perhiasan dan 63 pengrajin IKM yang merupakan mitra-binaan Kementerian Perindustrian RI, Dinas Perindustrian & Perdagangan Propinsi Jawa Timur, Dinas Perindustrian & Perdagangan Kota Yogyakarta, Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Surakarta, Dinas Koperasi & UMKM Kota Mataram, Dinas Perindustrian & Perdagangan Provinsi NTB (BP3ED), serta 15 peserta mesin & perangkat industri perhiasan.

“Pameran ini sekaligus sebagai sarana bagi pengusaha kecil dan menengah untuk meningkatkan pangsa pasar dan angka penjualan produk-produk perhiasan kreatif di Tanah Air,” jelasnya pada pembukaan SIJF 2018 di Hotel Shangri-La Surabaya, Kamis (25/10).

 

Dikatakan Jeffry Tumewa, dengan adanya dukungan yang kuat dari semua pihak, pameran ini diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi perhiasaan dalam negeri. Juga meningkatkan kesejahteraan para pengrajin perhiasaan kreatif, membuka peluang usaha para pelaku bisnis UKM untuk memasarkan produk-produk kreatif mereka.

Pameran ini juga bertujuan untuk memperkenalkan dan mempromosikan produk-produk perhiasaan kreatif dengan ciri khas desain etnik budaya dengan menggunakan teknologi masa kini dalam industri perhiasaan dan industri pendukungnya di Tanah Air, tuturnya.

 

Sementara itu Gubernur Jawa Timur Soekarwo dalam sambutannya mengapresiasi adanya pameran perhiasan di Surabaya, pasalnya 50 persen industri perhiasan ada di Jawa Timur.

“Industri perhiasan merupakan salah satu sektor andalan bagi Jawa Timur. Hal ini terlihat dari kontribusi nilai ekspor produk perhiasan yang mencapai USD 2,1 miliar per September 2018. Ditargetkan sampai akhir tahun sekitar USD 3 miliar,” ujarnya.

 

Dikatakan Pakde Karwo, sapaan akrab Gubernur jatim, saat ini Jawa Timur menjadi kawasan kumpulan emas terbesar di Asia Tenggara. Hasil dari pengamatan satelit internasional ada 26 ribu hektare (Ha) tambang emas antara Kabupaten Lumajang sampai Malang, 58 Ha antara Tulungagung sampai Trenggalek, dan 95 Ha di Pacitan, katanya.

 

Pak De menambahkan, saat ini kurang lebih ada 26 pengusaha besar menengah, dan 1854 pengusaha kecil sektor perhiasan di Jawa Timur. Pengembangannya sangat luar biasa, ini tempat yang baik karena bahan baku dan proses industri ada disini, tutur Pakde Karwo. (Nwi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here