Harga Ayam dan Telur Jatuh , Ribuan Peternak Demo ke Pemkab.Blitar

0
129

Blitar, Sinar Pos

Senin, 15 Oktober 2018 ribuan peternak ayam dari Blitar  raya dan Tulungagung menggelar unjuk rasa di depan kantor Pemkab.Blitar. Mereka mendesak Pemkab.Blitar untuk segera turun tangan membantu  para peternak memulihkan harga ayam dan telur yang saat ini terpuruk.

Rofi Yasipun , salah satu perwakilan aksi demo mengatakan anjloknya harga ayam dan telur terjadi karena kelebihan  pasokan pasar . Sehingga membuat harganya turun dibawah harga pokok produksi. Menurutnya jatuhnya harga yang berlangsung sangat lama ini membuat banyak peternak kebingungan. ” Kami berharap pemerintah daerah kabupaten Blitar turun tangan memperhatikan  nasib peternak ayam, ” ungkapnya.

Dalam aksinya para peternak membawa satu bateri kandang ayam dan nasi aking atau katarak. Ini adalah simbul ketidak mampuan peternak membeli jagung untuk pakan pakan ayam.

Menurutnya dulu harga telur 23 sampai 30 ribu rupiah per kilogram pemerintah mengeluarkan  Permendag agar harga jagung diturunkan,namun harga jagung tetap tinggi tidak sama dengan Permendag no.58 tahun 2018.Harga jagung di kalangan peternak kini sekisar antara 5.100 hingga 5.500 rupiah per kilogram. Mereka berharap harga jagung distabilkan pada kisaran 3 hingga 4 ribu per kilogram. “Jika ini dibiarkan terus dalam dua Minggu para peternak akan rontok, karena harga pakan mahal, telur murah, ” kata  Sukarman usai mediasi dengan Pemkab . Blitar.

Dalam mediasi tersebut para peternak memberikan dua ekor ayam dan setumpuk telur sebagai bentuk keterpurukan para peternak.

Sementara itu Bupati Blitar Riyanto tidak bisa menemui para peternak, karena sedang berada di Jakarta. Tak banyak yang bisa dilakukan Pemkab Blitar atas aspirasi para peternak di hari Senin itu .Kepala Badan Kesatuan Bangsa Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Blitar , Dicky Cobandono menemui para pendemo. Dia berjanji akan melaporkan aspirasi mereka ke atasannya. Pihaknya juga sudah mengirim surat ke Menteri Perdagangan terkait keluan para peternak. ” Kami paham betul bagaimana situasi dulur – dulur peternak. Kami akan laporkan keatasan. Pemkab Blitar akan melaporkan aspirasi  ini ke Pemerintah Pusat, ” Jelas Dicky Cobandono, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Blitar .(Har)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here