Menteri Perdagangan Membuka Jatim Fair 2018

0
28

SURABAYA, SINAR POS  – Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menegaskan bahwa di era ekonomi digital yang berlangsung cepat,kolaborasi metode penjualan dalam jaringan (daring online) dan penjualan luar jaringan (luring/offline) mutlak diperlukan. Pernyataan ini disampaikan saat membuka Jatim Fair2018  di Grand City Covex Surabaya Selasa (9/109).

“Ekonomi digital dan modernisasi tidak bisa dihentikan ,dialihkan,ataudibatasi.Untuk itu,
diperlukan kolaborasi atau perpaduan antara metode digital dan non digital.Kolaborasi
tersebut sudah mulai terjadi dan dapat kita lihat,ujarnya.

Dikatakan  Mendag , penjualan luring yang dipadukan dengan daring dapat meningkatkan penjualan. “Jika hanya dilakukan secara luring, maka penjualan malah akan menurun..Kunci utama untuk bertahan adalah bisa menyesuaikan diri dengan gaya hidup yang
sedang terjadi diseluruh dunia,”katanya.

Contoh pergeseran yang tengah terjadi saat ini , adalah perubahan fungsi
pusat perbelanjaan menjadi tempat hiburan dan tempat berkumpul.Demikian juga dengan
cara penjualan yang mengarah kepada penjualan dari yang lebih mudah dan nyaman
bagi konsumen. Untuk memperkuat perdagangan didalam negeri dan menghadapi situasi Ekonomi  global, pemerintah dan pelaku usaha,termasuk usaha kecil menengah (UKM) harus bekerjasama.“Mari kita tumbuh bersama UKM untuk bisa berjaya di dalam negeri dan bersiap un tuk’go international .Jangan sampai produk luar yang masuk ke Indonesia , tetapi produk kita
tidak dapat menembus pasar dimancanegara,”ucapnya.

Mendag juga mengingatkan terbukanya peluang ekspor yang lebih besar akibat perang
dagang antara Amerika Serikat(AS)danChina.“Kita harus dapat memanfaatkan peluang ekspor komoditas yang terbuka akibat perang dagang AS-China,”imbuhnya

Jatim Fair merupakan ajang tahunan yang digelar dalam rangka memperingati hari jadi
Provinsi Jawa Timur yang ke-73. Pada penyelenggaraan tahun2017,Jatim Fair dikunjungi
lebih dari 210.900 orang dengan nilai transaksi perdagangan sebesar Rp54,3 miliar (secara tunai dan order).

Melalui penyelenggaraan JatimFair, dapat terjadi pertukaran tidak hanya produk unggulan, tetapi juga informasi yang berpotensi memperluas jaringan pasar ditingkat domestik dan meningkatkan daya saing bagi produk di pasar global.

“Diharapkan penyelenggaraan Jatim  Fair 2018 dapat memberikan manfaat kepada rakyat JawaTimur , menambah kemakmuran bagi pelaku usaha , serta meningkatkan daya saing produk asal provinsi Jawa Timur,”. Sedang kan untuk pelaku usaha , diharapkan dari pelaksanaan Jatim Fair terjadi pertukaran, tidak hanya produk unggulan , tetapi juga informasi yang berpotensi memperluas jaringan pasar di tingkat domestik sehingga hal tersebut menjadi pembelajaran bagi pelaku UKM  untuk meningkatkan daya saing usahanya masing-masing.

Jawa Timur mempunyai kontribusi yang besar terhadap perekonomian Indonesia.

Nilai Produk Domestik Regional Bruto pada tahun 2017 mencapai Rp1.482 triliun atau tumbuh 5,45 persen di atas pertumbuhan nasional yang sebesar 5,07 persen.

Pertumbuhan Jawa Timur pada tahun 2017 tersebut,30,40 persen ditunjang oleh sector industri dan 20,90 persen ditunjang oleh sektor perdagangan.

Berdasarkan data BPS, dari seluruh ekspor Indonesia yang mencapai USD164,8 miliar,

Jawa Timur memberikan kontribusi sebesar11,90 persen atau sebesar USD19,6miliar.

Nilai ekspor Provinsi Jatim pada tahun2017 merupakan terbesar ke-2 setelah provinsi DKI Jakarta.  Produk produk asal Jatim yang telah mencapai mancanegara antara lain perhiasan (batu dan logam mulia), tembaga,udang,serta minyak kelapa sawit. Tuturnya.(Nwi)

Top of Form

Bottom of Form

Top of Form

Bottom of Form

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here