Kapolda Jatim Ungkap Kasus Penjualan Satwa Dilindungi

0
26

Jember – Jajaran kepolisian daerah Jawa Timur , berhasil ungkap kasus penjualan satwa yang dilindungi . Tepatnya Selasa 9/10/18, Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan didampingi Kapolres AKBP. Kusworo Wibowo . SH Sik MH.menggelar press conference ungkap kasus satwa dilindungi , di desa Curah Kalong, Kecamatan Bangsalsari Jember. dirumah tersangka berinisial K saat ini masih dalam penanganan Polda Jatim. bahkan petugas juga telah mengamankan barang bukti( BB) sejumlah 443 satwa dilindungi.

Hal tersebut disampaikan Kapolda Irjen pol Luki Hermawan. saat press conference di kantor CV. Bintang terang di desa Curah Kalong, Kecamatan Bangsalsari. Selasa 9/10/18.

” Hari ini Ditreskrimsus, mengungkap kasus penangkaran dan jual beli satwa yang dilindungi ilegal milik CV Bintang terang. sejak tahun 2015 surat ijinnya telah habis masa berlakunya, namun hingga saat ini masih beroperasi dan tak diperpanjang.” terang Luki Hermawan.

Selain menangkar CV. Bintang terang ini juga melakukan jual beli satwa dilindungi. bahkan ada sejumlah 443 burung langka yang diamankan petugas saat ini dari 11 jenis burung langka yang dilindungi Negara.” imbuhnya .

Selain itu, CV. Bintang terang ini banyak melakukan transaksi dengan daerah lain di Indonesia . kalau memang melakukan  penangkaran silahkan itu kan bagus , dan pasti ada indukan dan anakan ini kan tidak ada.’ pungkasnya.

Dalam acara tersebut tampak hadir Kapolda Jatim , Irjen Pol  Drs. Luki Hermansah , Ditreskrimsus Agus Santoso. Kabid Humas, Kapolres AKBP. Kusworo Wibowo. SH Sik MH. kepala BKSDA Jatim serta jajaran kepolisian Polda Jatim dan Polres Jember.

Terpisah , Ditreskrimsus Kombes Agus Santoso mengatakan, Polda ungkap kasus penangkaran dan penjualan satwa dilindungi ini. jadi seharusnya kalau penangkaran itu bagus, tapi ini kan juga melakukan transaksi jual beli hingga daerah lain.” terang Agus.

Hingga saat ini lokasi di desa Curah Kalong, Kecamatan Bangsalsari ini , masih operasi padahal  2015 ijin tersebut telah mati. namun setelah habis masa ijinnya hingga saat ini tak pernah diperpanjang lagi .’ imbuhnya.

Ditambahkan, berdasarkan perbuatan yang dilakukan tersangka akan di jerat UU RI no 5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati ekosistem pasal 21 ayat 2 . pelanggar dari ketentuan tersebut dapat di tuntut 5 tahun penjarah dengan denda 100 juta. barang siapa memelihara dan menjual satwa dilindungi dilarang.” pungkasnya.

Pantauan media ini saat di lokasi, press conference sangat meriah dengan banyaknya pemburu berita baik cetak dan elektronika. bahkan 1 jam sebelum acara mulai banyak media yang telah ada di lokasi tersebut.( Bas/Rol)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here