Disperindag Buka Misi Dagang Jatim 2018

0
30

Surabaya, Sinar Pos

Senen 8 Oktober 2018 – Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Timur Drajat Irawan membuka secara resmi Misi Dagang Jawa Timur 2018 di Surabaya, Senin (8/10). Acara tersebut merupakan salah satu rangkaian kegiatan untuk memeriahkan Hari Jadi ke 73 Provinsi Jawa Timur 2018.

Dalam sambutanya Drajat Irawan mengatakan, catatan perdagangan khususnya dalam negeri dimana bisa ikut mendorong pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur. Misi dagang yang dilakukan Provinsi Jawa Timur merupakan agenda upaya dalam mendorong transaksi perdagangan yang terus meningkat.

Jawa Timur merupakan provinsi yang luar biasa disamping letaknya cukup strategis diantara-provinsi di Indonesia juga merupakan daerah salah satu penyuplay bahan pokok terbesar di Indonesia. Oleh sebab itu, dengan geografisnya yang baik maka bersama provinsi lainnya di Indonesia mulai Aceh hingga Papua mendorong suatu perdagangan antar provinsi.

Hal ini dilakukan karena Jawa Timur dengan penduduk 39 juta orang kebutuhan baik bahan pokok dan bahan penunjang lainnya cukup besar. Dengan jumlah penduduk yang begitu besar, maka Jawa Timur dalam memenuhi kebutuhan bahan pokok dan lainnya selain dipenuhi sendiri juga diperoleh dari provinsi lain di Indonesia.

Disamping memenuhi kebutuhan masyarakat sendiri, Jawa Timur juga membuka jaringan perdagangan dengan provinsi lain di Indonesia. Ini dilakukan karena pasar domistik yang cukup besar maka mendorong Jawa Timur membuka misi dagan provinsi Lain di Indonesia. Dengan ditunjang infrastruktur yang memadai seperti bandara dan pelabuhan bertaraf internasional nenjadikan akses perdagangannya Jawa Timur baik dalam dan luar negeri cukup kuat.

Jawa Timur terus mendorong perdagangan antarprovinsi, karena memang secara tingkat kebijakan yang kompetitif, kemudahan untuk ijin usaha dan keramahan berbisnis maka Jawa Timur menempati posisi pertama baru disusul Jawa Barat. Dengan tingkat kemudahan berbisnis yang baik, maka investor yang ada di Jawa Timur merasa aman dan nyaman. Kondisi tersebut menjadi modal bagi Jawa Timur untuk menggaet para investor.

Yang menarik, sejarah pertumbuhan perekonian Jawa Timur, perdagangan selalu berada diatas nasional. Ini mengindikasikan bahwa perdagangan di Jawa Timur memberikan iklim yang cukup kondusif. Pada 2017, pertumbuhan perdagangan di Jawa Timur sebesar 6,26 persen sementara perdagangan nasional tumbuh 5,07 persen.

Sedangkan pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur 5,45 persen sedangkan pada 2017 semester I sebesar 6,73 persen. Artinya memang perdagangan di Jawa Timur pertumbuhannya memberikan dorongan cukup siknifikan. Ditambah tingkat inflasi cukup terkendali berada dikisaran 2,75 persen pada semester I 2018. Artinya memang daya beli di Jawa Timur semakin tambah menguat. Dampaknya perdagangan memberikan kontribusi pada pertumbuhan ekonomi sebesar hampir 50 persen. (Nawi)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here