DYBALL BENYAMIN MENJUARAI ETAPE TERAKHIR ITDBI 2018

0
22

Banyuwangi, Sinar Pos
Etape 4 , etape terakhir dari rangkain internasional tour de Banyuwangi ijen (ITDBI) 2018 dimenangkan  pembalap Australia Dyball Benjamin team dari ST george Continental Cycling Team sabtu (29-9-2018).

Dyball Benjamin finish dengan catatan waktu 3 jam 49 menit 44, di susul pringkat kedua Ewart jesse dari sapura cycling team selisih waktu 47 detik, sedangkan pringkat ketiga diraih dari team Kinan Cycling  Lebas Thomas selisih waktu 1 menit 4 detik.

Etape 4 start dimulai  dari  pasar sarongan kec Sanggar dan  finish gunung ijen dengan panjang lintasan 127.2 kilometer. Etape 4 juga di sebut etape neraka karena medan penuh dengan tanjakan. Selain menjadi juara etape 4 Dybell Benjamin menjadi juara umum  internasional tour de Banyuwangi ijen (ITBDI) 2018.

Seperti prediksi sebelumnya, tiga pembalap climber terbaik tersebut bertarung habis-habisan di etape terakhir. Ewart, Lebas, dan Dyball saling menempel sejak 20 kilometer terakhir.  pada waktu 7 km terakhir Dyball meninggalkan Ewart, setelah lebih dulu melewati Lebas.

“Saya sebenarnya tak berencana attack. Saya hanya fokus pada pace dan ritme saya sendiri,” kata pembalap 29 tahun tersebut. Dyball awalnya mewaspadai Lebas dalam persaingan etape pemungkas mendaki tanjakan terberat dalam standar federasi balap sepeda dunia, hors categorie, tersebut. Namun, ternyata bukan Lebas yang menempelnya ketat. Justru Ewart yang sehari sebelumnya memenangi etape tiga. “Saya akui saya cukup kaget. saya berhasil mengantisipasinya,” katan Dybell.

Kemenangan Dyball tak hanya mencatatkan namanya sebagai juara umum pada debutnya di ITdBI 2018.  juga memperpanjang capaian impresif St George Continental di sejumlah race di Indonesia.

sebelumnya di Tour de Siak 2018  St George continentak mendominasi balapan, juara etape juga juara umum.  Di ITdBI 2018, tim asal Australia itu kembali mengulanginya. Selain juara general classification, mereka menjadi juara tim dan juara etape pertama atas nama Marcus Culey.

Bahkan, kekuasaan Culey di general classification tak tergantikan sejak kemenangan di hari perdana ITdBI itu sampai akhirnya dikudeta rekannya sendiri. Begitu juga status sebagai raja tanjakan. Gelar King of Mountain diberikan kepada Dyball. “Kami datang ke Siak dan Ijen dengan perencanaan yang matang. Kami habiskan seminggu di Taiwan untuk adaptasi cuaca sebelum ke dua ajang tersebut. Kami juga sangat fokus pada kesolidtan tim,” kata Dyball.

Tak hanya persiapan, line up St George juga cukup meyakinkan. Lima pembalapnya adalah spesialis pemenang general classification. Baik sebagai pembalap all round (serba bisa) seperti Marcus Culey atau climber tulen seperti Dyball. Sementara itu, untuk dua kategori lainnya, pembalap Indonesia Jamalidin Novardianto (PGN Road Cycling Team) menjadi sprinter terbaik (green jersey). Khusus untuk kategori pembalap Indonesia terbaik alias red and white jersey, rekan setim Jamalidin, Jamal Hibatullah, menjadi pembalap Merah Putih terbaik.(Haris)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here