PEMBALAP DARI MALANG MENJUARI STAGE 2 ( ITdBI) 2018

0
64

Banyuwngi, Sinar Pos
Team dari Perusahaan Gas Nasional (PGN) Road Cycling Team berhasil menjuarai etape kedua International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI) 2018 kamis 27/10. Jamalidin Novardianto pembalap asal malang penjadi juara etape 2.  Jarak tempuh sejauh 179,3 Km dengan rute Start Stasiun Kalibaru – Finish Kantor Bupati Banyuwangi . Jamilidin menjadi juara dengan catatan waktu 4 jam 9 menit 17 detik.

Disusul Georgios Bouglas dari Nigxia Sports Lottery Livall Cycling Team di peringkat kedua dengan selisih waktu , dan Benyamin Van Aert Bernand dari Java Partizan diposisi ketiga.

Sejak awal balapan, Jamalidin mengaku terus berusaha melakukan attack, dan akhirnya di kilometer 60 rombongan pecah dan Didin ikut rombongan besar. Didepan rombongan ada empat pembalap yang terpisah dari peleton.

Menurutnya, ketika di kilometer 30 jelang finish, rombongan kembali jadi satu peleton. Para pembalap kembali melakukan attack setelah sampai Rogojampi.

“Disaat itu saya kondisioner, karena saya ditugaskan untuk sprint saat finishing, dan teman-teman saya waktu itu yang saling mengisi untuk melakukan attack,” ujar Jamalidin.

Jamalidin melanjutkan,  kurang 5 kilometer mendekati finish, pembalap tidak saling attack.  kurang 4 kilometer, dia ditarik empat temannya kedepan, kurang 3 kilometer satu persatu temannya tertinggal hingga kurang 2 kilometer jelang.

“Kurang 2 kilometer saya bertiga dengan teman satu team. Menjelang finish tinggal 500 meter  teman saya tinggal satu. Disitu saya dibawa teman saya hingga 200 meter finish, dan setelah itu saya penyelesaiannya,” jelasnya.

Dietape 3, merupakan etape banyak tanjakan. Sebagai sprinter, Jamalidin mengaku akan berusaha membantu keempat temannya untuk menjuarai etape itu.

“Besok saya akan berusaha membantu teman-teman saya spesialis climber,” pungkas Jamalidin.

Sementara, Chairman ITdBI Guntur Priambodo menjelaskan etape 2 ini merupakan etape terpanjang ITdBI 2018. Para pembalap akan melalui lintasan yang didominasi jalur flat.

“Rute flat memang lebih ketat kompetisinya. Ini kesempatan bagi pembalap sprinter untuk mencuri poin,” kata Guntur.’Ungkasnya.(Haris)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here