Satu Lagi Mantan Pejabat Diknas Digelandang Kelembaga Pemasyarakatan

0
914

Jember, Sinar Pos

Satu lagi mantan pejabat Dinas pendidikan yang digelandang kelembagaan pemasyarakatan klas II A Jember, yakni HY setelah menjalani pemeriksaan dan penyidikan di Kejaksaan Negeri Jember. tersangka digelandang ke Lapas klas II A Senin 24/9/18 karens diduga tersangkut kasus Bos Paud .

Kejaksaan Negeri Jember menetapkan Tersangka HY setelah dilakukan pengembangan kasus sebelumnya, dan di perkuat dengan dua alat  bukti. bahkan tersangka memiliki peran yang sangat Siknifikan dan  di atas tersangka sebelumnya. untuk sementara tersangka menghuni lapas klas IIA  Jember, untuk menunggu proses hukum lebih lanjut.

Pengacara tersangka HY, Mufid didampingi Rusdi mengatakan, kawan kawan media ini tulis yang besar ya, ini adalah kasus pesanan. bayangkan tidak ada yang dirugikan dalam kasus ini, kalau ada yang dirugikan pasti ada pelapor. bahkan dalam hal ini juga tidak memakai anggaran Negara.” terang Mufid dengan nada tinggi sekali.

Lebih jauh mengatakan, disini tidak ada pungutan liar(pungli) dan Operasi tangkap tangan , apalagi hanya menjabat selama 7 bulan saja. untuk dana tersebut hanya untuk Bintek 1 hari saja , bahkan ini bukan dana dari Negara dan uangnya masih ada dan langsung masuk rekening lembaga.” Imbuhnya.

Ditambahkan, kasus ini tidak ada sangkut paut dengan kasus operasi tangkap tangan yang kemarin dulu yang dilakukan tim Sauber pungli tersebut.” pungkasnya.

Terpisah, Kasi Intel Kejaksaan, Agus Darmawan mengatakan, ini terkait dengan pengembangan sebelumnya, setelah ada dua alat bukti dalam kasus Biaya Operasional pendidikan anak usia dini( Bos Paud), setelah dilakukan pengembangan , penyelidikan dan penyidikan maka HY ditetapkan tersangka, setelah ada barang bukti dan saksi saksi yang periksa. bahkan kerugian Negara mencapai 248 juta. selain itu tersangka menyalah gunakan wewenang dan perannya sangat signifikan sekali dalam kasus tersebut.” terangnya pada media.

Masih lanjutnya, dari 1170 sekolah Pendidikan anak usia dini( Paud) yang ditarik senilai 320.000. ini dengan dalih untuk Bintek, atau penyuluhan dan ini tidak di perbolehkan sesuai petunjuk tehnis Permendiknas dan telah menyalahi aturan dan penyalahgunaan wewenang.” imbuhnya.

Ditambahkan, HY ditetapkan tersangka setelah tersangka yang pertama dalam kasus ini  dilakukan pengembangan. tersangka melakukan pungutan dengan dalih Bintek di Hotel Bandung permai berapa waktu lalu. sesuai Permendiknas secara tehnis tak dibenarkan dan menyalahi aturan yang berlaku dan penyalahgunaan wewenang .” pungkasnya.

Pantauan media ini saat menjalankan tugas, puluhan media cetak dan elektronika 1 jam sebelum eksekusi telah berkumpul di kantor Kejaksaan Negeri. bahkan ketika tersangka akan memasuki mobil yang akan membawanya kelembaga pemasyarakatan hampir kecolongan, karena tersangka tak memakai pakaian yang biasanya yakni rompi. sehingga para pemburu berita hanya dapat mengambil foto sebentar saja.(Dik/Bas/Rol)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here