Media Boikot Acara Menteri

0
80

Jember, Sinar Pos

Sangat ironis sekali ketika para  wartawan akan meliput kegiatan sekelas Mentri ternyata tak bisa menjalankan tugas di lapangan karena  dihalang-halangi oleh panitia dalam menjalankan tugas jurnalistiknya.

Bahkan para pemburu berita tersebut yang telah jauh dari kota Jember, telah di area Tanoker di Desa / kecamatan Ledok Ombo itu sangat kecewa dengan perlakuan panitia yang kurang profesional  tersebut dengan alasan yang tak masuk akal.

Hal itu diungkapkan oleh Yusuf Efendi salah seorang wartawan televisi di lokasi Tanoker Ledokombo. Sabtu (22/9/2018)

Yusuf menuturkan jika sejak awal para juru warta diombang-ambingkan panitia   yang kurang profesional ini, bahkan para awak media yang hadir baik cetak dan elektronika merasa dihalang-halangi, sehingga wartawan yang datang ke lokasi sepakat memboikot acara yang dihadiri Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise.

Hal senada juga disampaikan Hamka Agung salah satu jurnalis televisi yang turut aksi protes ini menyayangkan kejadian tersebut,

Padahal sebelumnya para wartawan diminta meliput festival salah satu ikon festival wisata tahunan Jember ini, tetapi sesampainya di start di Polsek Ledok Ombo malah diminta balik kanan, Padahal dititik itulah, sebelumnya disampaikan panitia bahwa wartawan bisa mewawancarai Menteri Yohana”. Ujarnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Jurnalis media online Monas,  Menurutnya saat akan masuk dari pintu depan juga tidak boleh, bahkan pintunya dikunci pakai kawat oleh petugas.

“Sebenarnya kami berharap ketua panitia meminta maaf. Tapi karena yang bersangkutan tidak menemui, teman-teman sepakat memboikot pemberitaan tersebut.” terangnya.

Terpisah, Ketua Forum Wartawan Lintas Media (FWLM) Jember, Ihya Ulumiddin, menyayangkan pelarangan peliputan yang dilakukan oleh pihak Tanoker. Pria yang akrab disapa Udik ini mengecam kejadian ini, dan berharap kejadian serupa tidak terulang lagi di Jember.’ terangnya.

Udik juga mengatakan , tanpa bantuan media Tanoker tak ada nilai jualnya pada orang lain. bahkan dengan bantuan media ini sehingga saat ini seperti ini.’ pungkasnya.

Salah seorang dari internal management atau panitia, Titin beralasan, bisa terjadi insiden itu bukan karena pelarangan, tapi hanya sikap yang ditunjukkan panitia yang bertugas menjaga pintu tersebut arogan dan tidak mengerti

. Karena panitia itu khawatir banyak orang yang masuk ke lokasi Menteri Yohana singgah. “Karena memang, di dalam tadi kemasukan sekitar enam orang,” dalihnya.

Penjelasan Titin ini, justru menambah kondisi kian semakin memanas. Selanjutnya, para pekerja media meminta bertemu dengan panitia yang melarang wartawan, serta bertemu ketua panitia penyelenggara. Mendengar permintaan itu, Titin mengaku ketua panitia masih sibuk, dan tak bisa menemui wartawan.

“Mohon maaf, Mas, nanti, saat evaluasi akan kami sampaikan. Nanti saya minta kartu namanya yang mau minta ketemu,” ucap Titin, namun wartawan menolak tawaran Titin. Kemudian mereka melanjutkan aksi boikot dengan meletakkan kartu pers, serta tanda pengenal wartawan dari  panitia. (Dik/Bas/Rol)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here