BUPATI BUKA KEGIATAN SOSIALISASI DESA TANGGUH BENCANA

0
33

KAJEN, SINAR POS

Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si membuka kegiatan koordinasi dan sosialisasi desa tangguh bencana (Destana), di aula lantai I Setda Kabupaten Pekalongan, Rabu (19/9/2018) pagi.

Program desa tangguh bencana adalah untuk mewujudkan adanya desa yang memiliki kemampuan mandiri untuk beradaptasi dan menghadapi ancaman bencana, serta memulihkan diri dengan segera dari dampak bencana yang merugikan.

Kegiatan diikuti oleh 70 orang dari berbagai elemen masyarakat seperti anggota DPRD, TNI, Polri, ASN, Akademisi, Perusahaan swasta/BUMN/BUMD, Koordinator SAR, Fasilitator Destana, Toga/Tomas.

Bupati dalam sambutannya menekankan seharusnya bencana kekeringan tidak terjadi di Kota Santri, sebab menurutnya Kabupaten Pekalongan mempunyai sumber air baku yang terbaik dan melimpah dibanding dengan kota lain yang ada di sekitar pantura.

“Permasalahan kekeringan yang terjadi di beberapa Kecamatan seperti Wonopringgo, Kandangserang dan kecamatan lain salah satunya dipengaruhi oleh supply dan demand yang tidak seimbang sehingga jika musim kemarau datang beberapa daerah tersebut terjadi kekeringan,” ujar Bupati.

Atas permasalahan tersebut, pihaknya meminta kepada pihak terkait agar mencari solusi supaya tidak hanya pada saat terjadi bencana para relawan sibuk memberikan bantuan saja akan tetapi ada treatmen jangka panjang sehingga lambat laun permasalahan kekeringan dapat teratasi.

Selain supply dan demand, pihaknya juga menyoroti reciclyng atau perputaran air yang masih minim sehingga pada waktu hujan air melimpah dan cepat habis dan pada musim kemarau air sudah tidak ada lagi akibatnya kekeringan terjadi dimana-mana. Bupati mencontohkan negara Jerman yang mampu merecicle air sebanyak 24 kali sehingga persediaan air dapat terus terjaga.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan, Bambang Sujatmiko, dalam laporannya menyampaikan bahwa Kabupaten Pekalongan merupakan salah satu dari 22 Kabupaten/Kota se Indonesia yang mendapatkan kegiatan fasilitasi pembentukan Desa Tangguh Bencana tahun 2018.

Hal tersebut, kata Bambang, berdasarkan Surat Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana RI Nomor B.185/BNPB/D1/PK.02.03.03/2018 tanggal 27 Maret 2018 perihal penetapan lokasi program Pembentukan Desa Tangguh Bencana (DESTANA) tahun 2018.

Menurut Bambang, tujuan kegiatan untuk memperkenalkan program desa tangguh bencana dan komitmen bersama dalam membangun ketangguhan desa dalam penanggulangan bencana kepada para pemangku kepentingan di Kabupaten Pekalongan yang terkait kebencanaan.

Adapun narasumbernya, masih menurut Bambang, yakni Manajer Area Destana BPBD Provinsi Jawa Tengah dan dari BPBD Kabupaten Pekalongan.

“Sebagai tindaklanjut dari kegiatan rakor dan sosialisasi desa tangguh bencana ini adalah pembekalan fasilitator desa oleh BNPB, pertemuan Pokja Desa di masing-masing Desa dan pelatihan relawan desa. Dan akan dilaksanakan sosialisasi dan pembentukan Pokja Desa di Desa Kutorembet Kecamatan Lebakbarang, Desa Kesesi Kecamatan Kesesi, Desa Tengeng Wetan Kecamatan Siwalan dan Desa Galangpengampon Kecamatan Wonopringgo,” papar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pekalongan tersebut. (M.slamet)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here