PERSETUJUAN BERSAMA RAPERDA PERUBAHAN APBD TAHUN 2018

0
57

Pekalongan, Sinar Pos

Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si, bersama Wakil Bupati Ir. Hj. Arini Harimurti, menghadiri Rapat Paripurna DPRD dalam rangka Persetujuan Bersama Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Pekalongan Tahun 2018, Senin (17/9/2018) di ruang rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pekalongan.

Dalam rapat paripurna tersebut, Bupati didamping Wakil Bupati bersama Ketua DPRD Dra. Hj. Hindun, MH didampingi ketiga Wakil Ketua bersama-sama menandatangani Raperda sebagai wujud persetujuan bersama. Disaksikan oleh perwakilan Muspida, Sekda Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM., para Anggota DPRD, para Kepala OPD se Kabupaten Pekalongan serta para tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan ringkasan Rancangan Perubahan APBD serta Pembiayaan Daerah Tahun Anggaran 2018.

Dalam rapat paripurna tersebut, Bupati juga menyampaikan informasi pembangunan-pembangunan yang telah, sedang dan akan dilakukannnya pada tahun 2018 ini.

Dikatakan Bupati, pada tahun 2018, ada beberapa skema program pembangunan langsung dari APBN (Pemerintah Pusat), antara lain: (1). Tugas Pembantuan untuk pembangunan Pasar Doro sebesar Rp 6 milyar; (2). Sarpras Pertanian sebesar Rp 1,7 milyar; (3). Program KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh) terbesar se Jawa Tengah yakni Rp 21 milyar; (4). IPLT (Instalasi Pengelolaan Limbah Tinja) Rp 6 milyar, yang akan kita bangun di Kelurahan Bener Kecamatan Wiradesa (dan akan kita sambungkan menjadi biogas untuk dinikmati masyarakat sekitar); (5). Pembebasan lahan untuk pembangunan Tanggul Rob, sharing dari APBN sebesar Rp 30 milyar dan sharing dari APBD Kabupaten Pekalongan sebesar Rp 5 milyar. Dan ini sudah dilaksanakan; (6). Infrastruktur untuk penanggulangan rob yakni pembangunan Tanggul Rob, kita mendapatkan dana APBN Rp 489 milyar; (7). Pamsimas, Pemkab Pekalongan mendapatkan bantuan APBN sebesar Rp 4,9 milyar untuk 20 desa;. (8). Pembangunan Rusunawa, kita mendapat bantuan APBN sebesar Rp 13 milyar untuk dua tempat; (9). Kita juga mendapatkan bantuan dana dari APBN untuk program Rehabilitasi Rekonstruksi sebesar Rp 20 milyar. Dan kita satu-satunya yang mendapatkan bantuan tersebut. Dana ini untuk memperbaiki kawasan-kawasan yang terkena rob dan daerah-daerah terkena bencana.

“Sebenarnya masih banyak bantuan-bantuan dari Pemerintah Pusat maupun Provinsi, dari berbagai bidang seperti pendidikan dan sebagainya. Hal ini menunjukkan bahwa geliat pembangunan yang kita laksanakan pada tahun ini, insya Allah sudah mulai dirasakan oleh masyarakat,” ujar Bupati.

“Saya review sedikit, untuk penguatan infrastruktur saja kita mendapatkan anggaran dari APBN sebesar Rp 180 milyar lebih sampai anggaran Perubahan ini. Belum bidang yang lainnya,” kata Bupati.

Dalam kesempatan itu, Bupati menyampaikan bahwa untuk pembangunan daerah atas, saat ini pihaknya masih menyelesaikan pembangunan Jembatan Kaligenteng Kecamatan Kandangserang terlebih dahulu.

“Kita re-tender dan saat ini sudah ada pemenangnya, insya Allah akhir tahun ini selesai. Untuk pembangunan Jembatan yang menghubungkan Desa Luragung Kecamatan Kandangserang dengan Kecamatan Watukumpul Kabupaten Pemalang, akan dibangun oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2019 dengan anggaran Rp 18 milyar,” terang Bupati.

Disamping itu, kata Bupati, saat ini Pemkab Pekalongan sedang menyelesaikan pembangunan proyek-proyek strategis, antara lain pembangunan Gedung UMKM, pembangunan pasar-pasar. Bupati mengharapkan kita semua melakukan pengawasan pembangunan proyek-proyek tersebut agar berjalan tepat waktu dan tepat sasaran.

“Untuk itu, kami selaku pengemban amanat rakyat Kota Santri, mohon dukungan dan doa dari seluruh elemen masyarakat Kabupaten Pekalongan agar kami selamat dunia akhirat,” pinta Bupati mengakhiri sambutan. (M.Slamet)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here