Komitmen Asia Pasifik Terhadap Dunia Komitmen

    0
    84

    Surabaya, Sinar Pos

    Kamis, 13 September 2018  United Cities and Local Government in Asia Pacific (UCLG ASPAC) bekerja sama dengan pemerintah Kota Surabaya mengadakan Kongres UCLG ASPAC ke-7 di Surabaya. Kongres ini dihadiri oleh lebih dari 1.000 peserta dari wilayah Asia Pasifik dengan beragam latar belakang, seperti; pemerintah, sektor swasta, universitas, lembaga sosial masyarakat, dan lembaga regional/internasional lainnya. Dalam kesempatan ini Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), bersama dengan Wahana Visi Indonesia (WVI) dan UNICEF, mendapat kesempatan untuk berbagi kepada para peserta terkait komitmen pemerintah secara Intenasional untuk mendukung gerakan dunia dalam menciptakan World Fit for Children (Dunia yang Layak bagi Anak). Bukan hanya konteks Indonesia namun juga konteks dari negara lain. Untuk wilayah Indonesia selain KPPPA, Kabupaten Jayapura ikut berbagi tentang pelaksanaan KLA bersama dengan pemerintah dari Negara Kiribati dan Myanmar.

    Mengusung tema “Child Right Based Financing and Policy Implementation on Child Friendly City (Kebijakan dan Pendanaan dalam Pengembangan Kota Layak Anak Berbasis Hak Anak), diskusi ini dihadiri Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) sebagai narasumber. “Tujuan KLA adalah kabupaten/kota yang mempunyai sistem pembangunan berbasis hak anak melalui pengintegrasian komitmen dan sumber daya pemerintah, masyarakat dan dunia usaha, yang terencana secara menyeluruh dan berkelanjutan dalam kebijakan, program dan kegiatan untuk menjamin pemenuhan hak dan perlindungan anak, ujar Lenny N. Rosalin, Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak, KPPPA. Ditambahkan oleh Lenny bahwa Pemerintah Indonesia terus mendorong setiap kabupaten/kota untuk memiliki sistem tersebut demi menuju Indonesia Layak Anak tahun 2030. Hingga saat ini telah ini ada 177 kabupaten/kota yang meraih penghargaan Kota Layak Anak.

    UCLG ASPAC melihat upaya yang dilakukan oleh pemerintah dan lembaga kemasyarakatan yang ada di wilayah Asia Pasifik yang telah berfokus pada kepentingan anak.  “Kami yakin untuk menjadi kota yang layak untuk anak seharusnya terintegrasi dengan mengupayakan kota yang berkelanjutan. Kami berharap pemahaman ini bisa tersampaikan melalui kongres UCLG ASPAC. Kami berterimakasih kepada Wahana Visi Indonesia dan UNICEF yang telah bekerjasama dengan UCLG ASPAC dalam mengangkat isu ini dalam kongres. Harapan kami, akan semakin banyak kota yang mewujudkan kota yang layak untuk anak,” ujar Dr. Bernadia Irawati T, Secretary General of UCLG ASPAC.

    Memfasilitasi implementasi KLA di Indonesia merupakan salah satu komitmen Wahana Visi Indonesia. Sekurangnya sudah ada 8 propinsi, 22 Kabupaten/Kota, 29 Kecamatan/Kelurahan/Desa, di wilayah dampingan WVI yang telah mendeklarasikan komitmen menuju layak anak. Melalui kegiatan ini, kami berharap ruang untuk berkolaborasi dan bermitra dan untuk bertukar ide dapat dilakukan dengan maksimal. Dengan demikian, kita dapat bergandengan tangan dan memiliki komitmen yang sama menuju Indonesia Layak Anak tahun 2030, ujar Doseba Tua Sinay selaku CEO dan Direktur Nasional WVI. Untuk mewujudkan world fit for children pemerintah tidak bisa bekerja sendirian, untuk itu kerja sama dengan berbagai pihak terus dilakukan untuk mendukung ini, tambah Doseba. Turut hadir dalam acara ini, perwakilan dari UNICEF Kantor Regional Asia Timur dan Pasifik sekaligus menjadi narasumber.

    UCLG ASPAC merupakan kegiatan yang bertujuan mengumpulkan para pelaku pengembangan di Asia Pasifik untuk berbagi ide dan pengalaman, serta menginisiasi kemitraan antar negara-negara di wilayah ini. Dalam kongres ke-7 ini UCLG ASPAC mengusung tema Innovation-Driven Development for Sustainaible Cities” (Pengembangan yang Didorong Inovasi untuk Kota Berkelanjutan).  Isu lain terkait world fit for children dalam kongres ini, juga di sajikan melalui sesi Good practices on Policy Implementation on child Friendly City (Praktik Baik dalam Kebijakan Terkait Pelaksanaan Kota Layak Anak), di mana Walikota Surabaya dan Forum Anak dari Sikka, Nusa Tenggara Timur berbagi mengenai praktik baik yang terjadi di wilayah masing-masing.(Nwi)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here