Buron Selama 6 Bulan, Dua Jambret Ditangkap Unit Reskrim Polsek Cerme

0
36

 Gresik,Sinar Pos

Kejahatan jalanan mendapat atensi lebih dari kepolisian. Para jambret terus ditangkapi. Salah satunya, yang berhasil diungkap anggota Unit Reskrim Polsek Cerme. Satu bandit jalanan dijebloskan ke sel tahanan.

Kasus penjambretan itu terjadi sejak Maret lalu. Perempuan bernama Eka Melianawati berkendara sendirian di Jalan Raya Tambak Beras, Kecamatan Cerme. Tiba-tiba, dari belakang ada yang merampas tasnya.

Tas itu berisi barang-barang berharga. Antara lain, SIM, KTP, HP merk Lenovo dan uang tunai Rp 400 ribu. Korban yang saat itu panik langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Cerme.

Anggota Unit Reskrim langsung menindaklanjuti laporan tersebut. Sejumlah keterangan saksi dan bukti-bukti di lapangan dikumpulkan. Hingga akhirnya, petunjuk mengarah ke NH alias Edi dan MSI.

Dua warga Surabaya itu sempat buron. Polisi memasukkan namanya ke daftar pencarian orang (DPO). Setelah 6 bulan buron, dua pelaku akhirnya muncul di kawasan Genteng Kali, Surabaya.

Kapolres Gresik AKBP Wahyu Sri Bintoro SH SIK MSi menyatakan anggota dari Polsek Cerme berkoordinasi dengan Polsek Genteng. NH dan MSI diamankan lebih dulu. ”Setelah dicek dan dilakukan pemeriksaan, ternyata memang benar pelakunya,” ujarnya.

Alumnus Akpol 1998 itu memastikan NH dan MSI sudah ditetapkan tersangka. Keduanya dibawa ke Mapolsek Cerme untuk dilakukan penahanan. Sebab, kedua tersagka merupakan target operasi (TO) Polsek Cerme. ”Kejadiannya juga di Cerme,” ujar AKBP Wahyu. Kedua tersangka dijerat pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan. Ancaman hukumannya diatas lima tahun.

AKBP Wahyu kembali mengingatkan kepada para perempuan agar tidak berkendara sendirian di jalan saat malam hari. Itu sangat berbahaya. Selain itu, jangan membawa barang-barang yang bisa mengundang penjahat beraksi.

Selama ini, modus operandi para pelaku masih sama. Sasarannya selalu perempuan yang membawa  tas selempang di samping. Menurut AKBP Wahyu, hal itu harus dihindari agar tidak memancing perhatian pelaku. ”Yang terpenting harus selalu waspada agar tidak menjadi korban kejahatan,” pungkasnya.(dik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here