Semangat Membangun Desa Rejotangan

0
52

Tulungagung, Sinar Pos

Desa Rejotangan, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung berada di ujung timur kota marmer Tulungagung. Secara geografis Desa Rejotangan berbatasan dengan Kabupaten Blitar di sebelah Utara dan timur. Disebelah barat berbatasan dengan Desa Ariyojeding ,sebelah selatan berbatasan Sumberagung, Desa Blimbing dan Desa Desa Pakisrejo. Di Desa Rejotangan terdapat kantor Kecamatan Rejotangan dan stasiun Kereta api Rejotangan yang letaknya berdekatan dengan pasar Desa Rejotangan.

Andhi Mutojo, S.Pd  Kepala Desa Rejotangan ketika ditemui wartawan Sinar Pos di ruang kerjanya mengatakan Desa Rejotangan terbagi menjadi  4 Dusun, yakni Dusun  Rejotangan, Dusun Pundensari, Dusun Kates dan Dusun Jajar. Rejotangan saat ini jumlah penduduknya sekitar 10.500 jiwa dan sekitar 8 ribu jiwa mempunyai hak suara pemilu.

Adhi Mutojo menjelaskan pada berakhirnya perang Pangeran Diponegoro ,para Laskar banyak yang mengungsi ke Desa Rejotangan. Beberapa laskar tersebut diantaranya Kiai Ngabdun, Karto Taruno, Samijoyo, Mangunsari  dan Setromenggolo.” Mereka dikejar – kejar Penjajah Belanda, akhirnya menuju Desa Rejotangan untuk menyelamatkan diri, ” Ungkap Kepala Desa Rejotangan Andhi Mutojo.

Menurutnya mata pencaharian warga Rejotangan sebagai petani dan peternak.  Di Desa Rejotangan memiliki sejumlah potensi pertanian.Pertanian pangan berupa sawah padi masih mendominasi usaha agraris masyarakat. Salah satu desa  Rejotangan yang menarik adalah dikenal dengan kampung blimbing. Karena kawasan desa yang menjadi sentra buah blimbing .Hampir semua warga di Desa Rejotangan menanam blimbing yang hasilnya dipasok ke sejumlah kawasan di wilayah desa Rejotangan dan sekitarnya. Hasil panen blimbing dari warga juga di pasok sebagai bahan utama membuat sari buah blimbing dan manisan blimbing yang produksi oleh Usaha Bersama Komunitas ( UBK ) Sumber Mulya.” Produk – produksinya sudah diedarkan ke masyarakat meskipun masih dalam jumlah terbatas, ” kata Andhi Mutojo,  mantan Kepala SDN di wilayah Ngunut.

Pria kelahiran 1961 yang sudah dikarunia  tiga anak ini menambahkan Desa Rejotangan juga menjadi salah satu sentra pembuatan tas kulit. Salah satu warga desa memproduksi aneka ragam tas berbahan kulit yang di produksi secara massal  setiap hari . Produk – produksinya bahkan telah menjangkau pasaran luar negeri di kawasan Asia Tenggara .

Dibidang pendidikan di desa Rejotangan juga sangat diutamakan. Saat ini Desa Rejotangan terdapat  4 SD Negeri , MIN, SD Islam dan MI Swasta. Di tingkat Menengah terdapat  1 SMP Negeri ,1  SMP PGRI  serta  1 SMK Swasta .

Selama menjabat sebagai Kepala desa Rejotangan banyak masjid dan mushola yang telah diperbaiki dan dibangun . Ini salah satu bukti peningkatan   pendidikan agama juga sangat di utamakan di desa Rejotangan. Karena pentingnya peran pendidikan formal maupun informal  sebagai dasar dalam upaya pembangunan masyarakat khususnya masyarakat desa, serta meningkatkan kepedulian dan minat masyarakat desa terhadap pendidikan  dengan jenjang yang lebih tinggi . Dengan berbekal  pendidikan diharapkan dapat mengembangkan ketrampilan dan kemampuan lain yang diperlukan dalam memasuki dunia kerja atau masyarakat yang produktif.

Sebagai Kepala desa dirinya terus berupaya meningkatkan pembangunan infrastruktur. Diantaranya untuk perbaikan jalan sampai pelosok desa. Bapak tiga anak ini berharap ADD dan Dana Desa harus  tepat sasaran di desa Rejotangan , sehingga bermanfaat bagi masyarakat. “Saya berharap pada tahun 2019 semua jalan di pelosok  Desa Rejotangan selesai dibangun untuk mempermudah transfortasi,  sehingga bermanfaat bagi masyarakat ,” Jelasnya.( Har )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here