Kumpulan Data Penyelenggara Jasa Konstruksi Dan Pengadaan Barang Dan Jasa

0
49

SURABAYA, SINAR POS

Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat  Direktorat Jenderal Bina Konstruksi, Balai Jasa Konstruksi  wilayah IV Surabaya menyelenggarakan  Kegiatan Pengumpulan Data Tertib Penyelenggaraan Jasa Konstruksi dan Penerapan sistem Informasi Pengadaan Barang/Jasa Terintegrasi  di Surabaya  Selasa (4/9).

Kepala Balai Jasa Konstruksi Wilayah IV Surabaya, Eddy Irwanto ST Mtek  Mengatakan Balai Jasa Konstruksi wilayah IV Surabaya ini, berada dibawah Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, wilayah kerjanya di 6 Provinsi, Jawa Tengah, D.I.Yogjakarta,  Jatim, Bali, Nusa Tenggara barat, Nusa tenggara timur, kemudian salah satu tugas ini adalah tugas Balai jasa konstrusksi wilayah IV Surabaya  melaksanakan tugas kongkuren dari Direktorat, Direktorat itu dibawah pembinaan Dirjen Bina Konstruksi, kegiatan hari ini, kumpulan data penyelenggara  jasa konstruksi, tujuannya  adalah kalau kita berfikir ini adalah sebuah hal yang sederhana, ada  sebuah aturan-aturan peraturan pengadaan barang dan jasa, peraturan penyelenggaraan  SMK 3,(system managemen dan kesehatan kerja, juga ada sistem managemen mutu, peraturan-peraturan ini harus dilaksanakan oleh para kasatker, pokja, ULP, dan para penerima hasil pekerjaan, tim  kesatkeranlah yang akan melihat aturan-aturan itu, tugas-tugas yang harus dilaksanakan itu, kemudian dibantu  dibuatkan  sebuah aplikasi disini sehingga sistem pengendalian internalnya bisa dilakukan, apakah conform, daftar-daftar  simak ini bisa dilaksanakan, jadi semua penyelenggaraan ini tertib, jelas, kan banyak peraturannya, peraturan itu para penyelenggara kegiatan ini, yang ini aturan SMK3, yang ini pengadaan barang dan jasa, bagaimana cara melelangkan  sebuah paket  pekerjaan, tahapan-tahapan yang sudah  dilakukan, sekarang ceklist-ceklist  itu dibuat digital, dulu pakai kertas banyak, kalau digital sudah ada di hand phonenya, yang ini sudah dikerjakan, yang ini belum, lebih cepat. Kemudian juga  sebetulnya tujuan dari kegiatan ini tertibnya, kemudian tahapan-tahapan itu bisa dilaksanakan dengan baik, berarti ini sudah tertib, yang ini sudah tertib, ini akan menularkan kepada satker yang lain.

Awal mula kegiatan ini adalak meng-sengkling  semua kegiatan dari Direktorat Jenderal di Kementerian pekerjaan umum,  dari dirjen bina air, bina marga, cipta karya  dan penyediaan perumahan, dan direktorat  jenderal yang teknis banyak paket  dalangnya, banyak pekerjaan proyeknya, nah apakah semua pekerjaan itu sudah dilaksanakan dengan atura-aturan, aturan pengadaan barang dan jasa ya, yang terbaru 2016 itu yang terbaru. Ada uu jasa konstruksi, da sarnya adalah peraturan itu dan bagaimana melaksanakan dengan baik  katanya.

Para pesertanya satker-satker yang berada di wilayah balai jasa konstruksi  tadi, tadinya mengundang 80, yang hadir 30 sekian, karena itu bukan bagian evaluasi juga. Karena penyelenggaraan di akhir tahun seperti ini mungkin sibuk ya, ini mengundang bagian evaluasi, meningkatkan awareness, meningkatkan kesadaran mereka, tapi selanjutnya nanti akan ditingkatkan lagi, mengundang lebih banyak lagi, penataan yang lebih baik lagi kedepan.

Jumlah penyedia jasa banyak, biasanya perusahaan-perusahaan menengah atau kecil, itu menjadi sub konnya untuk projek-projek besar, jadi projek BUMN, pembangunan jalan tol, yang besar-besar mereka akan jadi sub kontraktor. Tetapi memang  beberapa para penyedia jasa ini tidak bisa melakukan paket-paket kecil, yang bisa penunjukan langsung,  ada pekerjakan  kepemilikan  langsung atau paket pekerjaan mereka  sanggup  untuk  menengah kebawah. Jadi memang banyaknya disitu, paket-paket yang tidak terlalu besar.  Yang jelas jumlahnya ribuan.

Sampai akhir tahun ini ada paket-paket pekerjaan yang memang berakhir di ahir tahun  anggaran, di akhir Desember itu harus selesai di akhir densember. Tapi juga ada paket-paket pekerjaan  melewati tahun anggaran, paket-paket  multi years, itu tergantung  paket multi yearsnya yang akan selesai, dimana di tahun berapa, terkontrak sampai multi years, tahunnya  lebih dari satu tahun, yang jelas itu akan dilaksanakan sesuai kontrak.

Yang menjadi kendala, berbagai faktor,  bisa  saja  faktor Man, material, kesediaan material di daerah itu apa bisa di suplai oleh pemasuknya, itu masalah rantai pasok, apalagi didaerah terpencil, membangun bendungan didaerah, kemudian peralatan, Mesin (5M), material, mesin, ini alat-alat berat,  rantai pasoknya harus jelas juga, tapi  untuk kota-kota besar  itu mungkin tidak begitu bermasalah, tapi projek yang berada di daerah  remot area di daerah  yang juga akses susah dijangkau, itu akan jadi masalah, kemudian juga di pembebasan lahan, setelah itu ada metode, sistem  managemen konstruksinya  bagaimana itu bisa lancar semuanya, kemudian di Money nya, ternyata keuangan anggaran Negara pun tidak  tak  terbatas, memang  ada batasnya.  Sehingga  metode-metode  investasi,  ataupun kejasama dengan swasta,  kita sering dengar P3, Publik Private partnership  itu ke HPBU, kerjasama pemerintah dengan badan usaha, ini metode pembiayaan yang kira-kira  ini akan menghasilkan Ribden, jalan tol itu sudah jelas, akan  mengembalikan  pengembalian, itu kerjasama dengan private,  tetapi  yang tidak ada return, pemerintah konsentrasi disitu saja, jadi public-publik  saja, pekerjaan yang  untuk  melayani masyarakat, itu dibangun pengelolaan sampah  itu bisa P3, private partnership, sampah itu bayangkan, gasnya yang bau itu bisa jadi uang, gasnya yang bau itu bisa dijual untuk menyalakan turbine, jadi pengelola, sampah yang masalah saat ini bisa di kerjasamakan dengan swasta, pembiayaan dari sana, sama-sama menguntungkan, pembangunan infrastruktur yang begini memang  keterbatasan tadi money, uang ini tidak tak terbatas, pekerjaan umum berapa triliun pertahun, tapi kebutuhan  pertahun  bisa ribuan triliun. Money pun harus  pakai cara-cara  inovatif untuk mendapatkan anggaran dan lebih cepat, tidak menunggu pajak yang berputar dan lain-lain tutur Eddy Purwanto. (Nwi)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here