The 1st ICoHAP, Bertujuan Mendongkrak UNAIR jadi WorldClass University

0
134

SURABAYA, SINAR POS

Fakultas kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga menyelenggarakan the 1st ICoHAP (International Conference on Health Administration and Policy), yaitu konferensi internasional  tentang Administrasi dan kebijakan Kesehatan, yang pada tahun ini membahas topic tentang manajemen Risiko pada pelayanan Kesehatan di Hotel Wyndham Surabaya hari Sabtu-Minggu (1-2 September 2018) mengundang peserta dan pembicara baik dari kalangan nasional maupun internasional.

Kolonel Laut Drg. Bima Pramundita Sp Prosto mengatakan, Konferensi ini merupakan konferensi pertama di Fakultas kesmas di UNAIR, berskala internasional,the 1st ICoHAP, jadi kebijaksanaan tentang kesehatan itu sangat luas sekali, dimana banyak permasalahan manajemen maupun permasalahan teknis klinis yang saling terkait satu sama lain. Mengelola suatu pelayanan  kesehatan tidak hanya mengurusi masalah klinis saja, bagaimana manajemennya, kita tahu kita sendiri punya pelayanan JKN, tapi itu masih penuh masalah dengan BPJS nya, bagaimana antar BPJS dengan profesi ini saling beradu kepentingan, sebetulnya, semua  menginginkan terbaik untuk pelayanan pada masyarakat, tapi mengelola satu masyarakat dengan banyak kepentingan didalam. Untuk itulah maka managemen risiko dalam pelayanan kesehatan ini kita adakan. Ujarnya.

Kenapa internasional, sebetulnya secara internasional resiko manajemen ini di luar sana,  ini sudah menjadi budaya, dimana mereka memiliki resiko pengelolaan manajemen kesehatan yang lebih maju, untuk itu dalam internasional conference ICoHAP ini kita mengundang pembicara dari luar negeri, ada dari Malaysia, Thailand, Austeralia yang ikut berdiskusi dengan narasumber dari kita. Apakah ada sesuatu hal yang positif, yang kita ambil dari sisten pengelolaan kesehatan, di Negara mereka, sudah kita pilih ini, narasumbernya yang kira-kira memberikan manfaat positif bagi kita, harapan kita dengan model Discussion size didalam conference ini bisa membuahkan satu solusi, yang terbaik, kita tahu di Indonesia sendiri BPJS masih mengalami pasang surut, yang dananya kurang lah, yang satunya ngomong cukup lah, ahirnya masyarakat yang dikorbankan. Katanya.

Kita tahu  permasalahan BPJS yang jadi fenomena belakangan ini, selain itu kegiatan ini, kami mahasiswa magister AKK, untuk menaikkan rating publikasi jurnal ilmiah, diluar negeri, maka kita harus menulis satu makalah jurnal internasional di dalam publikasi internasional yang terindekkopus, ini sudah perintah dari  Rektor Unair, Mahasiswa  Unair S2, S3,  harus memiliki publikasi terindekkopus, supaya ranking Universitas,  kemampuan menulis ilmiah, untuk menjadi Worldclass University Unair ini terdongkrak naik. Ini salahsatu tujuan sampingan, daripada kenapa Internasional conference ini diselenggarakan  terkait dengan penulisan posting newspaper, namun untuk praktisi, kami memberikan ruang dalam kegiatan ini sabtu dan minggu. Yang kedua ini ada workshop tentang masalah GPRA, GPRA ini untuk praktisi di rumah sakit, untuk anti mikroba ataupun untuk FKTP, akriditasi untuk tenaga-tenaga medis di klinik dan puskesmas. Kami mencoba memberikan manfaat lebih, dimana masyarakat ini mengikuti seminar ini, cara internasional juga mendapatkan manfaat dari narasumber luar minta sharing disini, tetapi masyarakat juga mendapatkan manfaat langsung dimana workshop ini yang kita lakukan dihari kedua mendapatkan ilmu langsung. Ini penting, GPRA ini didalam rumah sakit yang terbaru menjadi salah satu selain geriatric ya GPRA itu menjadi Snars yang edisi terbaru itu menjadi satu cara yang harus dimiliki oleh rumah sakit belakangan ini.

Itu tujuan seminar ini, seminar ini di ikuti kurang lebih 500 peserta dari berbagai daerah, dari Negara lain hadir juga. Penyelenggara kegiatan ini dibantu oleh 3 Universitas, Wijayakusuma, UNUSA, UMJ (Universitas muhammadiah Jokya, kemudian Universitas Cendrawasih mengrimkan dosen dan mahasiswa sebanyak 15 orang mengikuti kegiatan ini selama 2 hari.

Forum ini munculnya Gelar akhirnya adalah suatu kebijakan yang pas, bagaimana mengelola resiko manajemen dalam melayani kesehatan, agar menjadi lebih komprehensif, tutur. Kol. Drg Bima Pramundita Sp Prosto. (Nwi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here