TANDA TANGAN DIDUGA DIPALSUKAN,DUA WARGA KALIPARE LAPORAN KE POLDA JATIM

0
146

MALANG, SINARPOS

Dengan di dampingi beberapa pengacara dari OBH Yaperma,Sujiono(60th) warga Dusun Umbulsari RT 03 RW 09 Desa Kalisari,Kecamatan Kalipare,Malang dan Kateni warga Mulyosari Kecamatan Donomulyo Kamis 30 agustus 2018 kemarin mendatangi SPKT POLDA JATIM. Kedatangan kedua warga tersebut guna melaporkan terkait dugaan Pemalsuan tanda tangan yang diduga dilakukan oleh Tri Yantoko warga Desa Bumiayu,Kecamatan Panggungrejo,Kabupaten Blitar.

Dalam keteranganya, Sujiono yang sehari-hari sebagai petani tersebut menceritakan bahwasanya,Kasus tersebut bermula dari rentetan peristiwa jual beli tanah yang pada tanggal 09 april 2018 telah dilaporkan ke Polda Jatim. karena tempat kejadian perkara berada di wilayah hukum Malang, Maka Polda Jatim melimpahkan kasus tersebut ke Polres Malang pada 13 April 2018 kemarin. dalam perjalanan penyidikan dan penyelidikan yang di lakukan oleh Polres Malang tersebut munculah surat pernyataan yang diduga di rekayasa oleh pihak-pihak tertentu yang mempunyai kepentingan dengan tanah tersebut.

Sujiono sendiri bahkan mengaku tidak tahu ataupun tidak pernah merasa kenal dengan Tri Yantoko tersebut.”kulo lho mas,tepang Tri Yantoko mawon mboten mas, nate kepangge Tri Yantoko mawon mboten mas. Nopo maleh sampek damel utawi nandatangani surat pernyataan. kan aneh nggeh mas. panci mas kawulo alit kados kulo niki gampil mas nak didamel dolenan kados mekaten.tapi seng kuoso lho mboten sare mas.kulo mboten nglilakne mas nak tandatangan kulo dipalsu damel jahat kados mekaten.mangkane kulo laporan ten Polda mpriki.kanti harapan saget angsal keadilan mas.”(saya lho mas,kenal kenal Triyantoko saja tidak kenal,Pernah ketemu dengan Tri Yantoko saja saya tidak pernah ketemu.apalagi sampai bikin atau nandatangani surat pernyataan.kan aneh ya mas.memang mas rakyat kecil seperti saya ini mudah dipermainkan seperti ini.tapi TUHAN lho tidak tidur mas.saya tidak merelakan mas kalau tandatangan saya dipalsu dibuat untuk berbuat jahat seperti ini.mangkanya saya laporan ke Polda sini.berharap dapat keadilan mas),ungkap Sujiono.

Irfa’i SH salah satu kuasa hukum Sujiono dan Kateni kepada wartawan Sinar Pos menerangkan bahwa kliennya benar-benar di buat alat oleh golongan ataupun orang-orang tertentu demi mendapatkan sesuatu.”Sujiono ini mas tidak pernah tau bahkan tidak pernah bertemu dengan Tri Yantoko mas,bagaimana mungkin mereka bikin surat pernyataan?.bahkan Kateni yang namanya di cantumkan sebagai saksi pada surat pernyataan tersebut mengaku permasalahanya saja tidak tahu,kronologi kejadian saja tidak tau.tapi tahu-tahu muncul nama dan tandatanganya di surat pernyataan yang ditandatangani pula oleh perangkat tersebut.ada apa ini,siapa ini yang berani bermain-main dengan hukum?.ungkap Irfa’i SH.

Melanjutkan keterangan Irfa’i SH,Fetum kuasa hukum lainya yang tergabung dalam OBH Yaperma menambahkan Timnya akan terus mengejar oknum-oknum yang bermain-main dengan kasus tersebut.”Siapapun oknum yang berani bermain dalam kasus ini mas,berarti dia berani bermain-main dengan hukum.kami akan terus mengawal serta mengawasi kasus ini.sehingga berjalan sesuai hukum dan undang-undang yang berlaku”.Imbuh Fetum.(ham)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here