PG Rejosari Di Keluhkan Warga Sampung

0
37

Magetan, Sinar Pos

Dimana saat tiba datangnya musim giling pabrik gula para petani tebu sangat bergembira pasalnya saat itulah mereka akan totalan hasil tanaman tebunya.

Namun berbeda dengan warga kawasan Sampung, kecamatan Kawedanan Magetan, desa yang terletak dikawasan PG Rejosari sebagaian warga sangat mengeluh polusi udara dan debu yang berasal dari sisa pembakaran.

” Ya, beginilah mas setiap musim giling tiba kami semua jadi bingung dan susah sebab disana-sini debu menempel selain sesak nafas ya kita capek bersihinnya”, Ucap warga Sampung yang enggan disebut namanya.

Lebih lanjut menurut Nyoto Wibowo LSM Penggiat Lingkungan Hidup, bahwa perbuatan yang mengakibatkan pencemaran lingkungan tersebut bisa mengakibatkan orang meninggal.

Terhadap kerugian yang ditimbulkan dari pencemaran tersebut , perusahaan wajib membayar ganti rugi dan melakukan tindakan tertentu. Pencemaran lingkungan hidup menurut pasal 1 angka 14 undang-undang nomer 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (“UU PPLH”) adalah masuk atau dimasukannya mahkluk hidup, zat, energi dan komponen lain kedalam lingkungan hidup oleh kegiatan manusia sehingga melampaui baku mutu lingkungan hidup yang telah ditetapkan.

Pada dasarnya setiap orang yang melakukan pencemaran atau perusakan lingkungan hidup wajib melakukan penanggulangan pencemaran dari kerusakan serta melakukan pemulihan lingkungan hidup, Pungkas Nyoto Wibowo.

Pada dasarnya warga Sampung tidak mempersoalkan terkait kegiatan musim giling tebu Rejosari, karena hal ini menjadi sumber penghasilan para petani tebu warga Magetan pada umumnya, namun harapan warga terwujudnya proses produksi yang ramah lingkungan sehingga tidak mengganggu kesehatan warga disekitar PG Rejosari, ungkap Putut warga Sampung (26/08).

Putut berharap pemerintah kabupaten Magetan dan tentunya pihak PG Rejosari bisa menidak lanjuti keluhan warga dengan mencari solusi terbaik ” Win-win solution “, agar warga yang tinggal di kawasan desa Sampung khususnya di kecamatan Kawedanan pada umumnya tidak terganggu dengan pencemaran udara, jika memasuki musim giling tiba.

Meskipun ini akhir dari masa giling 2018 semoga ditahun giling 2019 pihak PG Rejosari bisa lebih baik lagi, sehingga keberadaan PG Rejosari bisa membawah berkah bagi warga yang di sekitarnya. (Ardhi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here