Di Temukan Orang Asing, Di Penambangan Emas Nabire

0
76

Nabire, Sinar Pos

Pada bulan Juli 2018 wartawan Sinar Pos bersama wartawan media lain telah menemukan tambang emas dan beberapa orang asing .

Pertama bertempat di kilo 95 telah ditemukan penambangan dengan menggunakan alat berat berupa berapa unit eksavator dan truk ukuran besar. Setelah wartawan menanyakan pada beberapa karyawan warga Indonesia, mengatakan yang memiliki adalah warga China dan selanjutnya yang punya perusahaan datang dan ketika diwawancarai ternyata orang tersebut warga China  yang bahasa Indonesianya hanya tau sedikit saja dan ketika ditanya Visa mereka tidak bisa menunjukkan dan menurut keterangannya ada di Nabire.

Kemudian wartawan pun melanjutkan perjalanan menuju kilo 112 dan 114 ,ditempat itu hanya menemukan beberapa alat berat excavator dan alat-alat lain, persiapan untuk mencari emas dalam kali berupa tongkang yang terbuat dari besi untuk penahan alat penyedot emas dalam kali Siriwo, yang menurut orang yang jaga ( warga pribumi ) bahwa yang punya orang China dan katanya lagi urus di Jakarta.

Karena tidak ada pemilik , selang dua hari melakukan perjalanan ke kilo 74 Centrico , dengan melewati jalan yang tidak mungkin bisa dilewati oleh mobil biasa, wartawan bertiga dengan menaiki mobil sport double gardan akhirnya bisa sampai disitu menemukan orang asing, yang setelah ditanya adalah warga China, dan mengaku bernama Mr. Kwang namun juga tidak bisa menunjukkan visanya.

Orang tersebut didapati sedang bekerja dan hanya memakai celana kolor tanpa pakai baju serta menggendong tas .

Disitu kita mendapati satu alat khas penyaring emas yang siap pakai dan excavator sedang mengeruk material kali yang diduga material yang berisi emas.

Wartawan menyuruh salah seorang ibu-ibu Papua untuk mengambil sedikit dan mengetesnya, ternyata didapati butiran emas.

Kemudian dia berikutnya beralih ke Kampung Lagari 4 dan Manunggal Jaya tepatnya di lokasi Nenggewa dan Tobo juga didapati penambang emas oleh orang Korea, yang mana semua dilakukan dengan alat berat excavator dan truk.

Kesemua orang asing baik itu China atau Korea tidak bisa menunjukkan Visanya. Dicurigai semua tambang tersebut ilegal, namun lucunya hingga saat ini berjalan dan tidak ada pengawasan oleh pemerintah setempat maupun pihak Kepolisian.

Terutama untuk kampung Manunggal Jaya kalau ini berjalan terus dan tidak diberhentikan tidak menutup kemungkinan akan kebanjiran. Bagaimana tidak saat ini saja kalau hujan besar sudah sering kebanjiran apa lagi kalau tambang ini terus berjalan,bagaimana nanti ” keluh seorang tokoh masyarakat yang tidak mau disebutkan namanya.

Dengan adanya keluhan dari warga kecil lewat media semoga Pemerintah Pusat mau memperhatikannya,demikian harapan warga  Kampung Manunggal Jaya dan Meidey khususnya yang sering kebanjiran. By priyo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here