Strategi Promosi Destinasi Wisata

0
41

SURABAYA, SINAR POS 

Asisten Deputi Strategi  dan Komunikasi Pemasaran ll,  Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran ll  Menggelar Bimtek di Surabaya Senin (27/8).

Komisi X DPR RI, Arzeti Bilbina menyatakan, yang memprakarsai ini komisi X, agar destinasi wisata khususnya Surabaya Sidoarjo, bisas berjalan maksimal, meskipun semua orang tahu dinas-dinas terkait fokus untuk menjadi bagian dari destinasi wisata, khususnya Jatim, itu cara kita juga dinas Pariwisata terkait khususnya pusat Kemenpar, agar bimteknya ini betul-betul mengena.

Jatim sendiri seperti tadi kita dengar dari kementrian dinas terkait jatim sendiri kan sudah paparannya luar biasa, salah satu sepuluh destinasi wisata yang di Bali itu, salah satunya adalah jatim, memang tidak akan berhenti bagi kita untuk terus mengembangkan destinasi-destinasi, kalau saya bicara Surabaya, sidoarjo, cakupannya jatim, ujarnya.

Kalau saya melihat Surabaya sidoarjo baik, fokusnya kita aja, sidoarjo lapindo sudah bisa jadi tempat wisata, kalau dulu kita lihat gunung kidul yang tandus, sekarang sudah bisa jadi asset wisata, devisa bagi desanya sendiri, sementara lapindo kita tahu bukan dari wisatanya saja, dari UMKM, industrinya luar biasa disana. Cakupannya sidoarjo satu gayung banyak pulau terlewati, artinya kuliner juga luar biasa, hasil alamnya sendiri luar biasa juga, jadi memang budayanya juga bisa kita libatkan, keinginan pemerintah prov kabupaten pusat, kalau bisa kita fokus betul sekarang Surabaya sidoarjo lebih maksimal lagi, siapa tahu sidoarjo sekarang merupakan suatu daerah positif sekali bagi wisatawan lokal juga mancanegara banyak yang datang tuturnya.

Sementara itu, Indri Wahyu Susanti, Kabid Analisis data dan strategi deputi Pengembangan Pemasaran ll, menyatakan  Ini bimtek, saya berharap setelah pulang peserta dapat satu pelajaran lagi, khususnya strategi promosi di destinasi wisata, makanya kita menghadirkan  nara sumber, Mas  Sugeng Handoko ikut dari desa ngelanggan Yogjakarta.

Peserta atas bantuan provinsi, karena yang lebih mengerti stage holdernya provinsi, kalau menurut dinas prov itu dari IPHI, perwakilan asosiasi asita, PHRI, dan beberapa teman agent juga, Ketua GENPI jatim, GENPI nganjuk, GENPI malang, itu masih dinas jatim yang ngundang mereka. Ujarnya.

Kita konsentrasi  bukan di sektor wisatanya, tapi konsentrasi di BIMTEK  Strategi Promosi, jadi cara promosi perkara destinasi apa yang dipilih, nanti dikembalikan ke masing-masing. Jadi kalau peserta pariwisata sebelum turun ke strategi promosi harusnya ada strategi pemasaran dulu DOT, intinya Machingan, kenal konsep Make market itulah jadi kita bahasaan sekarang DOT. DOT itu kita tentukan dulu pasaran original, setelah itu produk apa yang mau di jual, dari situ lebih dalamnya ke BAS, itu strategi promosi, branding, apa saja yang mau kita bawa ke pasar itu, ini pasarnya ada, terus produknya apa, misalnya jatim, kita mau label jatim seperti apa, sebagai haknya Bali, sorry loh, atau sebagai mess kedua setelah Jakarta atau Surabaya, kalau mau ke bromo liwat situ, mau iklannya seperti apa, mau liwat seperti bapak-bapak ini, mau sosial media, atau malu lewatnya dinas, kab. Kota atau liwat provinsi, atau malah misal ada artis ibukota, asalnya jatim, Wos kita endorse yuk, pulang kampung kita bayari, dia bantu promosi,  gitu. Harapannya kalau dia  artis diikutin  endoser, endorser itu dia diikutin sama fans-fansnya kan yang datang banyak, tutur Indri Wahyu Susanti. (Nwi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here