THE 6th KOPERASI DAN UMKM EXPO

0
81

SURABAYA, SINAR POS

Sektor koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Jatim sudah berada di jalan lurus dan tepat atau ihdinas shirotul mustaqim dalam mendorong perekonomian Jawa Timur. Ini dibuktikan dengan berbagai fakta yang menunjukkan besarnya kontribusi sektor tersebut bagi kemajuan perekonomian di provinsi ini.

Demikian Gubernur Jatim, Dr. H. Soekarwo dalam sambutannya pada acara Opening Ceremony 6th Koperasi dan UMKM Expo 2018 yang mengangkat tema “Peran Generasi Muda Koperasi dan UMKM Menghadapi Fenomena Ekonomi Millenial Menuju Revolusi Industri 4.0” di  Grand City Convex Surabaya, Rabu (15/8).

Gubernur Jatim menambahkan, salah satu kontribusi Koperasi dan UMKM Jatim tersebut tercermin dari tingkat pertumbuhan ekonomi provinsi ini. Dimana pertumbuhan ekonomi Jatim pada semester I Tahun 2018 mencapai 5,57% dengan PDRB Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) mencapai Rp. 544,44 triliun.

“Kondisi ini dicapai karena dukungan dari koperasi dan UMKM di Jatim. Dari 31,7 ribu koperasi yang ada di Jatim, dapat menghasilkan volume usaha sebesar Rp. 13,35 triliun dan SHU sebesar Rp. 3,35 triliun” ujarnya.

Kontribusi UMKM terhadap perekonomian Jatim, lanjutnya, juga mengalami peningkatan yang signifikan, yakni pada tahun 2012, UMKM mampu berkontribusi terhadap PDRB sebesar 54,98 persen. Dengan asumsi ceteris paribus, maka kontribusi UMKM terhadap PDRB Jatim pada tahun 2016 sebesar 57,52 persen.

 

Kemudian, UMKM di Jatim juga memberikan kontribusi besar terhadap realisasi penanaman modal. Hal ini dilihat dari realisasi investasi Jatim pada Tahun 2017 sebesar Rp. 152,39 triliun, sementara pada semester I Tahun 2018 sebesar Rp 95,95 triliun, meningkat 22,87 persen dari periode yang sama pada tahun 2017.

Dari data tersebut, pada tahun 2017 kontribusi PMDN Non Fasilitas mencapai 56,34 persen, dan pada semester I Tahun 2018 ini meningkat menjadi 74,36 persen. Ini menandakan UMKM mendominasi PMDN Non Fasilitas dan menjadi sumber utama pendorong pembangunan ekonomi Jatim di tengah perekonomian global yang dinamis.

Peningkatan tersebut,sejalan dengan melesatnya pertumbuhan UMKM di Jatim, yang berdasarkan sensus ekonomi nasional, populasi UMKM Jatim mengalami pertumbuhan signifikan, dari 6,8 juta pada tahun 2012, meningkat jadi 9,59 juta pada 2017. “Dari 9,59 juta UMKM tersebut, sebanyak 4,61 juta UMKM di sektor non pertanian, dan 4,98 juta UMKM di pertanian” kata Gubernur.

Pertumbuhan sektor koperasi dan UMKM ini, juga membawa dampak positif bagi penurunan angka pengangguran dan angka kemiskinan di Jatim. Ini karena sektor tersebut mampu menyerap 18,95 juta tenaga kerja. Jika dibandingkan dengan angkatan kerja yang ada yaitu sebanyak 20,16 juta, maka lebih dari 90 persen angkatan kerja diserap oleh UMKM.

Sementara itu,  Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Prov. Jatim, Dr. Mas Purnomo Hadi, MM menargetkan transaksi pada expo kali ini mampu mencapai Rp. 5,8 miliar dengan jumlah pengunjung mencapai 36 ribu. Target tsb meningkat dari tahun 2017 lalu yang nilai transaksinya sebesar Rp. 5,6 miliar dengan jumlah pengunjung sebanyak 31.506 orang. Tahun ini, jumlah stand sebanyak 274 unit, lebih banyak dari tahun sebelumnya sebanyak 228 unit.

Dikatakan Mas Purnomo Hadi, untuk memperkenalkan produk unggulan daerah dan memperluas jaringan koperasi dan UMKM, baik skala lokal, regional, maupun internasional. Sedangkan sasaran kegiatan adalah para pelaku UMKM dan koperasi di Jatim yg merupakan binaan dari Dekranasda Jatim bersama Diskop UMKM dan dinas terkait, serta calon wirausaha baru, buyer, investor.

“Dalam kegiatan ini, kami juga melakukan ekspor kopi ke negara Italia sebanyak 19,2 ton kopi robusta dari Gapoktan Sari Bumi Dampit, Malang. Kemudian, juga ada festival kopi, talkshow tentang KUR, dan success story koperasi dan UMKM, serta banyak kegiatan lainnya selama lima hari kedepan” tuturnya. (Nwi)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here