PT.PNM GELAR PROGRAM PENGEMBANGAN KAPASITAS USAHA

0
86

Banyuwangi,Sinar Pos

PT. Permodalan Nasional Madani (PNM) Persero salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bergerak di bidang jasa pembiyaan Usaha Mikro Kecil Menengah dan Koperasi (UMKMK) menggelar Program Pengembangan Kapasitas Usaha sinergi nasabah Unit Layanan Modal Mikro (UlaMM) dan MEKAAR pada Senin (14/8/2018) di Balai Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi.

Peserta yang di perkirakan hanya 100 pelaku UMKM itu, namun bisa melebihi hingga 200 pelaku UMKM dari berbagai Kecamatan disekitarnya.

Kepala Divisi Program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) – PNM Pusat, Yuyun Wahyudin menjelaskan program Pengembangan Kapasitas Usaha sinergi antara nasabah UlaMM dan nasabah MEKAAR.

“Kegiatan kali ini khusus pengerajin gula merah yang ada di sekitar Kecamatan Blimbingsari dan sekitarnya” terang Yuyun.

Menurut Yuyun kerjasama kegiatan sosialisasi yang diadakan PT. PNM (persero) kerjasama antara Dinas Kesehatan dan Dinas Perdagangan Kabupaten Banyuwangi.

“Para pengerajin gula yang selama ini melakukan kegiatan, kadang kadang tidak sesuai aturan standar kesehatan” ujar Yuyun.

Ia mengatakan, perlunya pemahaman pembuatan gula merah yang benar dan sehat, sehingga dapat meningkatkan nilai ekonomi UKM itu.  Menurut Yuyun MEKAAR itu sendiri adalah binaan dari PNM khusus untuk ibu ibu prasejahtera, sedangkan untuk UlaMM adalah UKM yang tingkat bisnisnya telah mencapai menengah keatas, sehingga nasabah Mekaar sebagai produsen dapat bersenergi dengan nasabah ulamm sebagai pengukur.

Pada acara tersebut hadir narasumber Purnomo praktisi dan pemerhati gula merah dan produksi gula semut di Yogjakarta.

Menurut Kepala PKU PNM ini perbedaan BUMN lainya dengan Permodalan Nasional Madani (PNM) selain diberikan modal usaha mereka juga akan mendapat pendampingan pelatihan serta akses pasarnya bagi para UKM.

“Untuk program Mekaar yang prasejahtera pinjaman modal usaha UKM tidak menggunakan agunan, karena plafomnya dibatasi kisaran dua hingga tiga juta, sedangkan untuk nasabah Ulamm wajib mengunakan jaminan karena plafomnya kisaran 50 juta hingga 1 miliar.” tuturnya.

Sementara itu pimpinan cabang PT. Permodalan Nasional Madani (PNM) persero cabang Banyuwangi Budi Susilo, SE mengatakan untuk Kabupaten Banyuwangi saat ini telah memiliki 10 unit, di Banyuwangi Kota, Kalipuro, Gendoh, Genteng, Jajag, Pesanggaran, Purwoharjo, Rogojampi, Srono dan terakhir Sumberberas Muncar. Sedangkan untuk Mekaar telah memiliki 14 cabang.

Budi mengatakan, PNM di Banyuwangi memiliki 2 divisi, untuk Ulamm nasabah individu namun untuk MEKKAR kepada nasabah kelompok ibu ibu prasejahtera.

“Satu kelompok Mekaar terdiri dari 1 hingga 20 orang, dengan pembiayaan perorang 2 juta,” pungkas Budi. (Hrs)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here