Permen Nomor 35 Tahun 2018 Tentang Pedoman Pemberian Penghargaan WTN

0
209

SURABAYA, SINAR POS

Dinas Perhubungan Provinsi Jatim  Bekerjasama Dengan Masyarakat Transportasi Indonesia  (MTI) Wilayah Jatim Mensosialisasikan Peraturan Menteri  Perhubungan Republik Indonesia Nomor  PM. 35 Tahun 2018 Tentang  Pedoman Pemberian Penghargaan Wahana Tata Nugraha di Hotel Haris Gubeng Surabaya Selasa hingga Rabu (14 – 15/8).

Kepala Dinas Perhubungan  Provinsi  Jatim Dr. Ir Wachyudi MT, mengatakan kepada awak media, Agenda hari ini sampai besok, ada dua, yang pertama pada malam hari ini, adalah Sosialisasi Peraturan Menteri  Perhubungan Nomor 35/2018 tentang penilaian Wahana Tata Nugraha (WTN), WTN itu sebuah penghargaan yang akan diberikan Pemerintah Pusat kepada Pemerintah kabupaten kota dan pemerintah provinsi yang dinilai berhasil  menyelenggarakan  transportasi perkotaan. Jatim Alhamdulillah merupakan provinsi  yang  terbaik dan paling banyak kabupaten kota  yang mendapatkan penghargaan WTN. Pada tahun  2011 pemerintah provinsi jatim  adalah provinsi pertama yang menerima penghargaan WTN Wiratama. Setelah tahun 2011, lima tahun berturut-turut,  menerima penghargaan  WTN wiratama, sehingga tahun 2016 kemarin ditambahi kata kencana, yaitu provinsi  pertama Indonesia yang menerima penghargaan Presiden Republik Indonesia, namanya  WTN Kencana. Itu tingkat provinsi yang pertama, kemudian tingkat  kabupaten kota, kita punya 38 tingkat kabupaten kota, dari 38 kabupaten kota, yang  ikut penilaian WTN, itu 35 kabupaten kota. Ada 3 kabupaten kota yang belum pernah ikut,  pada malam hari ini dalam rangka sosialisasi kami himbau supaya  3 kabupaten kota ini ikut. Kabupaten yang belum ikut itu, kabupaten Bangkalan, Sampang, Pamekasan, ini belum pernah ikut. Oleh karena itu kami himbau ikut, karena kalau ikut nanti tim penilai bisa memberikan rekomendasi katakan  kabupaten Bangkalan, Sampang, Pamekasan,  didalam dokumen perencanaan itu perlu ini, ini,ini, sarana prasarana itu perlu ini, ini, management transportasi perkotaan di wilayah itu masih perlu ini, ini, itulah yang kita usulkan tadi, nanti ada surat dari Menhub ke kabupaten kota yang dinilai agar di perbaiki untuk tahun-tahun berikutnya. Ujarnya.

Dari 35 kabupaten kota yang ikut WTN, yang menerima penghargaan itu 30 kabupaten kota, jadi  kabupaten kota yang terbanyak di Indonesia itu ada di jatim. Oleh karena itu target  kami pada WTN yang dilaksanakan pada tahun 2019 itu 38 kabupaten kota, kami minta untuk bisa ikut semua, kami berharap kalau kemarin sudah 30 kabupaten kota yang mendapatkan penghargaan, tentu kami berharap ada peningkatan  yang mendapatkan penghargaan WTN. Katanya.

Besok akan dilanjutkan dengan workshop  nara sumbernya dari kemenhub.  Ibu DR, Elly Sinaga, dari UGM, atau ketua umum presidium masyarakat transportasi Indonesia, Prof. Agus Taufik Mulyono, kemudian Prof. Eko Ganis dari UNBRA, berbicara tentang teknologi informasi didalam pelayanan  angkutan perkotaan, oleh karena itu kami menghimbau kepada peserta besok bisa  ikut  semua sehingga punya tambahan wawasan, tambahan  pengetahuan didalam pengembangan  atau pembangunan didalam angkutan perkotaan.tuturnya.

Tiga kabupaten tidak ikut karena, kata Dr. Wachid Wahyudi, dulu di Bangkalan  waktu kadishub bernama Pak Hamid, kebetulan teman dekat saya di diklat, saya Tanya kenapa, sampeyan kok tidak mau ikut WTN, Pak Wachid masak gak tahu Bupati saya, Bupatinya itu Pak Fuad Amin, Kalau saya ikut WTN Pak Wahid, taruhannya itu jabatan, kenapa, kalau saya tidak dapat penghargaan, saya bisa di mutasi. Daripada saya di mutasi, lebik baik saya tidak ikut, itu salah satu alasannya Bangkalan dulu, tapi saya yakin, tadi kepala dinasnya baru, saya himbau untuk ikut, tidak perlu takut karena  ini bukan lomba, ini menilai apakan angkutan perkotaan itu sudah memenuhi syarat-syarat  minimal  di dalam memberikan pelayanan, kalau sudah memenuhi minimal  maka di kasih penghargaan oleh kementerian perhubungan, kalau belum, maka belum dapat penghargaan  dan diberikan rekomendasi, kabupaten kota ini  kurang ini, ini, ini, oleh karena itu agar menjadi program prioritas pada tahun-tahun berikutnya perlu diperbaiki.(Nwi).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here