Kerjasama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jawa Timur

0
90

SURABAYA, SINAR POS

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jatim Menggelar Kerja sama Perpustakaan tahun 2018, di Hotel Elmi Surabaya  Selasa (14/8).

Sekretaris  Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jatim, Drs Hasto Hendarto MM, menyatakan, Yang utama adalah kerja sama perpustakaan  antar kabupaten kota yang selama ini  tidak ada kerja sama dibidang lokal konten,  dan  isi perpustakaan, tidak ada perpustakaan yang lengkap  saat ini, karena itu kita butuh perpustakaan yang layak untuk  membedah perpustakaan ,   tidak mungkin perpustakaan   trenggalek datang  ke Surabaya, misalkan perpustakaan trenggalek datang  ke tulung agung, tidak, jadi ketika di trenggalek tidak ada informasi yang dibutuhkan, adanya di Surabaya melalui teknologi,  itulah dia meng akses, jadi semua masyarakat jawa timur bisa meng akses informasi tentang jatim atau yang dibutuhkan masyarakat jatim di perpustakaan dimanapun, meskipun kondisi phisiknya ada di Surabaya, tetapi orang tulung agung bisa juga menggunakan koleksi digital menggunakan koneksi tulungagung  dengan kerja  sama itu tadi, tapi aplikasinya sama. Pakai English kita kan sudah di bangun dua tahun yang lalu, hari ini sudah siap semua nah tinggal nyambung linknya saja, insyaalloh tahun 2019 kita bisa ujarnya.

Di 38 kabupaten kota, sampai hari ini yang pakai English baru 32, yang 6  belum, tapi punya aplikasi sendiri. Mungkin agak mudik,  yang kita lakukan bisa English dengan kita. Yang belum, Surabaya, sidoarjo dan 4 lainnya. Tahun ini setelah membangun English itu insyaalloh selesai tahun depan. Semua sudah digital, koleksi yang sekarang ini tidak ada koleksi yang phisik, dan kita bisa membuka lagi E-jurnal, di semua perpustakaan nasional, seluruh sudah ada dua juta yang bisa kita gunakan melalui teknologi  yang ada di perpustakaan nasional, yang saya tahu se Indonesia itu berapa  periode lagi, tapi di jatim insyaalloh tahun 2019, Itu sudah selesai. Yang kedua duta baca itu yang kita lakukan ikhtiar untuk bisa mendekatkan kebiasaan membaca masyarakat jatim, yang selama ini kita lakukan melalui pendekatan koleksi terhadap masyarakat,  ada mobil perpustakaan keliling, ada rolling book, jadi  buku 300 judul di oper satu bulan kesini satu bulan ke situ, judulnya pada aktif nanti ,  itu lebih efektif dari pada membentuk perpustakaan itu mahal, lalu kemudian ada pengembangan untuk perpustakaan desa, dari 8500 desa. Yang ada perpustakaannya itu  3.071 desa,(32%). Itu upaya  mendekatkan membaca kepada masyarakat, tahun ini kita ada duta baca sebagai model  supaya diterima masyarakat.  Peserta 60 orang.

Untuk masyarakat, masih banyak masyarakat di luar Surabaya,  belum begitu memanfaatkan informasi yang di simpan di perpustakaan kabupaten kota sesuai dengan undang-undang  no.4 tahu 1990 tentang  semua perpustakaan kabupaten kota itu ada koleksi lokal konten, lokal  kontennya di simpan perpustakaan kabupaten kota. Jadi masyarakat banyak yang tidak tahu, potensi di daerah kita itu apa, itu ada di perpustakaan, ada upaya untuk mengenalkan itu. Tutur Hasto Hendarto. (Nwi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here