BPOM Surabaya Musnahkan Kosmetik dan Jamu ilegal senilai Rp 3,1 miliar

0
61

SURABAYA, SINAR POS

Balai besar pengawas Obat dan Makanan di Surabaya (BBPOM), pamerkan hasil ungkap kosmetik, jamu dan pangan illegal sejak Januari hingga Agustus 2018.

Terhadap produk obat dan makanan illegal di wilayah jatim CPNS BBPOM di Surabaya berhasil mengamankan kosmetik obat tradisional, pangan, obat illegal dan obat keras senilai lebih dari Rp 3,1 miliar.

Dalam pelaksanaan kegiatan operasi gabungan pemberantasan kosmetik dan obat tradisional ilegal PPNS BBPOM Surabaya mendapat dukungan dari DitReskrimsus Polda Jatim, Polrestabes Surabaya, Polres Sidoarjo dan Polsek Tegalsari Surabaya.

Pemberantasan obat tradisional yang dilakukan di Sidoarjo yaitu di bangunan yang dijadikan tempat produksi jamu ilegal. Setelah dilakukan pengujian ternyata jamu tersebut mengandung bahan kimia obat (BKO) yang berbahaya apabila dikonsumsi masyarakat.

Juga temuan kosmetik ilegal yaitu produk tidak memiliki nomor notifikasi (izin edar).

Sampai dengan bulan Agustus 2018 Ini BBPOM di Surabaya, dari 11 perkara tindak pidana Obat dan Makanan tradisional telah menyita kosmetik tanpa izin edar sebanyak 2276 item, obat tradisional tanpa izin edar 341 item, pangan tanpa izin edar 64 item, obat tanpa izin edar 3 item dan obat keras 14 item dengan 723 jenis dengan total keseluruhan jika dirupiahkan mencapai 3,1 miliar rupiah.

Terhadap temuan ini PPNS Balai POM di Surabaya melakukan penyitaan dan pemeriksaan terhadap saksi-saksi ahli dan tersangka untuk pengembangan serta penyelesaian kasus.

Terhadap tersangka ini akan dijerat dengan pasal 197 UU Nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun penjara.

Drs Sapari, kepala BBPOM Surabaya mengatakan, pihaknya akan terus meningkatkan pengawasan obat dan makanan melalui kerjasama dengan berbagai pihak terkait yang bertujuan untuk melindungi masyarakat dari produk dan risiko terhadap kesehatan yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Terkait maraknya peredaran produk kosmetik obat tradisional dan pangan ilega, BBPOM Surabaya, meminta kepada seluruh pelaku usaha untuk mematuhi segala peraturan perundang-undangan yang berlaku,” kata Sapari, Senin (23/8/2018).

Masyarakat juga diharapkan untuk lebih berhati-hati dalam memilih kosmetik obat tradisional, dan pangan yang akan digunakan.

Masyarakat dihimbau untuk selalu waspada dengan mengecek label kemasan, cek izin edar dan cek kadaluarsa sebelum membeli atau memilih produk kosmetik maupun obat tradisional serta pangan.(Nwi)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here