Munas Dan Jamnas V Kesatuan Celluler Indonesia

0
49

SURABAYA, SINAR POS

Kesatuan Niaga Cellular Indonesia menggelar Acara dengan Tema “Membangun Kekuatan Outlet Celluler sebagai basis UMKM untuk meningkatkan perekonomian masyarakat” di WTC (World Trade Center) Surabaya Sabtu (11/8).

Ketua Demisioner, Kesatuan Niaga Cellular Indonesia, Qutni Tisyari menyatakan, Sudah 6 bulan , terasa,  sudah 50% omset dari teman-teman  turun, seluruh nasional sudah 6 bulan, tapi Alhamdulillah teman-teman masih bias bertahan. Bagaimana kita harus bertahan ditengan  kondisi persaingan  bias bertahan, kemajuan teknologi informasi kan dinamis, dan sangat cepat, sekarang munculnya Ecommers, munculnya paket plate, aplikasi, karena kan pasar  itu selalu tetap, selalu berpindah, elektronik itu bias dilihat, kalau sekarang di tradisional habis, bukan berarti pasarnya enggak ada, pindah ke market plate, pindah ke e commerce,  mau sep[I itu bukan pasarnya hilang, masyarakat tingkah lakunya kan berubah.

Yang perlu kami sampaikan ke Pemerintah,  UMKM sellular ini kan jumlahnya besar, dan sudah ada sejak 12 tahun yang lalu, kami berharap  kepada Pemerintah, sebelum membuat regulasi, sebelum regulasi keluar, kami di ajak bicara, melalui perwakilan masyarakat yang sesuai dengan semes tinya.

Kominfo sering sosialisasi bahwa peraturan kominfo dikeluarkan setelah mendengar aspirasi  seluruhnya termasuk kami, ini yang belum  terjadi dengan baik, dengan adanya seminar tadi, mudah-mudahan kedepan, tadi saya tekankan,  kalau bikin regulasi, bikin aturan baru,  tolong kami dilibatkan agar tidak terjadi permasalahan, dalam rangka menyampaikan tambahan informasi, aslinya beda nih, kalau membuat regulasi, kalau ini dilakukan, dampaknya buat kami nih, mudah-mudahan kedepan seperti itu. Ujarnya.

Di  12 kominfo itu kan  mengatur  tentang  registrasi  kartu prabayar, disana disebutkan,  registrasi  dilakukan oleh kartu mandiri, dibagi dua, teknisnya, registrasi melalui kartu yang dilakukan masyarakat sendiri, itu di batasi, satu  menit hanya tiga nomor per operator, tapi secara prinsip kartu itu tidak dibatasi, hanya pelaksanaannya yang di batasi, nah nomor ke empat dan seterusnya  itu bisa di registerasi  kalau sekarang di outlet terdaftar  di operator bisa  katanya.

Walaupun kewenangan registerasi diberikan ke outlet, di masyarakat, kebiasaan masyarakat berubah, yang tadinya pakai kartu, kartu ke dominan, mereka pakai  kartu, nah sekarang mulai recharge, kalau recharge, ini sulit bertahan, kalau tidak ke recharge, misalnya potensi pasarnya cerutnya ada di touch-up, modern channel, kalau modern channel kan padat teknologi, kalau kami kan tradisional yang berbau phisik, kalau perdana pasti kami menang, kalau yang phisik phisik kami menang. Tapi kalau sudah digital, sudah habis, kita hanya jadi konsumen aja, tutur  Qutni  Tisyari. (Nwi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here