MoU Pemkab Mojokerto dengan BNI 46 dan Bank Mandiri

0
50

Mojokerto, Sinar Pos

Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) terutama dari pajak dan retribusi daerah, memiliki andil besar untuk menguatkan keuangan suatu daerah dan mengurangi ketergantungan terhadap pemerintah pusat. Hal ini diucapkan Wakil Bupati Mojokerto, Pungkasiadi, pada acara Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Pemerintah Kabupaten Mojokerto dengan PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dan Bank Mandiri (Persero), Rabu (8/8) siang di ruang Satya Bina Karya.

“PAD merupakan bagian dari komponen pendapatan daerah untuk mendukung APBD. PAD khususnya dari sektor pajak dan retribusi daerah, salah satu yang terpenting dalam menguatkan keuangan daerah dan mengurangi ketergantungan terhadap pusat,” kata wabup.

Untuk diketahui, target PAD Kabupaten Mojokerto tahun 2018 mengalami kenaikan sebesar Rp 474,7 miliar, dan akan dinaikkan sesuai rencana pada P-APBD 2018 menjadi Rp 483,3 miliar. Melihat hal ini, penggalian sumber-sumber PAD melalui intensifikasi dan ekstensifikasi subjek dan objek pendapatan tentunya harus selalu dioptimalkan.

“Target PAD kita tahun ini naik menjadi Rp 474,7 miliar, dan akan dinaikkan menjadi Rp 483,3 pada P-APBD 2018. Melalui intensifikasi dan ekstensifikasi subjek dan objek pendapat, penggalian sumber-sumber PAD harus optimal,” tambah wakil bupati.

Perlu diketahui bahwa selama delapan tahun, Pemerintah Kabupaten Mojokerto melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), memang terus menorehkan kinerja cemerlang. Yakni berhasil menaikkan PAD dari yang semula hanya Rp 66,9 miliar di tahun 2010, kini tembus menjadi Rp 474,7 miliar di tahun 2018. Atau dalam prosentasenya menyentuh 609,40 persen. Selanjutnya jelang tahun 2019 nanti, kenaikan PAD diproyeksikan kembali mengalami kenaikan sebesar Rp 497 miliar.

Maka, salah satu upaya peningkatan pelayanan pada masyarakat dalam pembayaran PAD, Pemda bekerjasama dengan Bank BNI 46 dan Bank Mandiri Cabang Mojokerto.

Kepala Bapenda, Teguh Gunarko, dalam acara ini menerangkan salah satu tujuan nota kesepahaman ini yakni untuk mengoptimalisasikan penerimaan PAD dan mendekatkan pelayanan pembayaran.

“Nota kesepahaman ini selain untuk optimalisasi PAD, juga membuat pelayanan pembayaran lebih dekat. BNI 46 punya berbagai fasilitas pelayanan antara lain Kantor Cabang Pembantu (KCP) dan sejenisnya tersebar sebanyak 8 outlet, agen BNI 46  sebanyak 600 outlet, ATM di 99 lokasi, mobile banking dan sms banking. Demikian juga dengan Bank Mandiri dengan KCP sejumlah 13 outlet, Agen Laku Pandai sejumlah 70 outlet, 98 ATM, serta mobile banking dan sms banking,” Jabar Teguh.(Ifa)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here