Menlu Australia Buka Kantor Konsulat Baru di Surabaya

0
37

SURABAYA, SINAR POS – Menteri Luarnegeri Austeralia Julie Bishop MP membuka kantor Konsulatnya yang baru di Surabaya, Minggu (5/8).

Julie Bishop mengatakan, ini pos diplomatiknya yang ke empat  di Indonesia, ini menunjukkan komitmen Austeralia terhadap hubungannya dengan Indonesia, tetangga terdekat, demokrasi, dinamis dan paling penting bagi Austeralia. Pos baru ini bagian dari komitmen Pemerintah Austeralia untuk membuka jaringan diplomatik, perluasan terbesar selama lebih dari 40 tahun  ujarnya.

Konsulat jenderal kami akan fokus pada peningkatan peluang perdagangan dan pengembangan ekonomi di Jawa timur, termasuk  di bidang jasa keuangan, pendidikan, kesehatan, manufaktur dan infrastruktur. Konsulat jenderal kami akan bekerja untuk meningkatkan hubunganhubungan budaya dan komunitas dengan ragam wilayah di jawa tengah dan jawa timur serta memberikan pelayanan  konsuler dan layanan lainnya kepada  warga Austeralia tuturnya.

Sementara itu  Gubernur terpilih, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, Tadi sebelum makan siang ada pertemuan pendahuluan, antara Menlu Austerali, wakil Dubes Austerali dan Pak Komjen Surabaya sama kami (Saya dan Pak Emil), Kami membahas tentang  hubungan kerjasama jatim Austerali kedepan, Padahal menurut kami sangat strategis, adalah Prisma, rupanya lembaga ini tentu sudah disiapkan di Surabaya, jadi Prisma (Promoting Rural Income True supporting Market akses) ini kok nyambung sekali dengan apa yang sering saya sampaikan petik, olah, kemas, jual, dipetik, setelah dipetik di olah, setelah diolah dikemas, setelah itu akses terhadap pasar  ternyata ada di Prisma, tadi saya  sampaikan kalau saya harus ber koordinasi dengan pemerintah pusat dengan siapa, apakah ada Menteri tertentu yang harus kami koordinasikan supaya kerja sama ini sesuai dengan SOP yang sudah mereka siapkan, jadi tetap melihat kerjasama-kerjasama bilateral yang inisiasi oleh Pemerintah pusat sehingga  apa yang kita lakukan seiring dengan kebijakan nasional. Khusus Prisma saya menyampaikan agak detil tadi karena ini terkait dengan akses pasar  terhadap program paska panen, secara khusus Bu Menlu tadi menyampaikan bagaimana  sebetulnya program untuk  penanganan kemiskinan bagi masyarakat petani kecil, jadi nyambung sekali, jadi kita diskusi tentang itu, kita butuh dryer di sentra-sentra industri  beras supaya padi kita itu ada proses pengeringan supaya  ketika di olah tidak banyak pecahnya. Kemudian kita  butuh penguatan dari gapoktan kita berharap bahwa diluar dari padi ada sektor agro yang lain yang bisa akses ke pasar bisa lebih cepat, mudah dan harganya bisa lebih memberikan  profit kepada petani .

Kedua  yang sangat  penting adalah kerjasama di bidang pendidikan meskipun sangat lama hubungan Indonesia dengan Australi, untuk bidang pendidikan, tapi secara khusus saya menyampaikan  bahwa di jatim ini sebetulnya kopwan cukup besar dan banyak, bagaimana mereka bisa memberikan support  untuk penguatan bagi hasil, jadi menagemen kopwan bisa  di support, kemudian   SNI Skill, kita mengenal  small and medium  interprises, tadi saya menyampaikan bahwa managerial skil mereka pelaku pelaku usaha kecil, usaha menengah, mereka itu tetap membutuhkan, 1- penguatan sehingga efisiensi bisa dilakukan, kemudian jejaring  kita bisa tahu dan bagaimana mereka bisa akses teknologi, kita sempat dengar, awal tahun 2018 ada pameran bersama digital ekonomi  antara Indonesia Austerali, ini akan menyambung  dengan millennial  job center, kemudian  gik ekonomi, saya secara tulus menyampaikan intend gik ekonomi sehingga millennial itu cendrung kerja-kerja kontrak  jangka pendek, baik untuk programmer untuk even organizer, untuk  dryer dan lain seterusnya. Nah untuk Gik ekonomi pelatihan-pelatihan magang kerja sekaligus skill mereka  rasanya support dari berbagai lembaga termasuk berbagai Negara khususnya Australi, menjadi  penting. Ini kalau dilakukan segera,  sesungguhnya tidak ada masalah, mulai katakan minggu depan saya akan akses  untuk Prisma kita komunikasikan dengan Pak De, kita komunikasikan terutama  dengan dinas pertanian  jatim, mereka pelaku-pelaku di sektor agro, rasanya seperti ini tidak harus menunggu setelah di lantik, Format-format kerjasama dengan jejaring yang bisa kita lakukan ya dilakukan sesegera , ini adalah pintu-pintu  masuk yang bisa memberikan sejahterakan masyarakat terutama petani  kecil, sangat spesifik beliau menyampaikan bahwa petani kecil dan kita kategorinya besar 0,3 ha, petani kita kan lahannya segitu, tuturnya. (Nwi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here